Terapkan Sistim Layang Jalur KA Senarang- Surabaya
Tribun Jateng - Sabtu, 19 Maret 2011 07:02 WIB

Jalur KA Semarang -Surabaya terapkan sistim layang
Berita Terkait
- Totok Luruskan Peristiwa Gerbong KA Lepas di Jrakah…
- Rangkaian KA Tawang Jaya Putus di Jrakah Semarang
- Tiket Elektronik dan Progresif KRL Mulai 1 Juni
- Kereta Api Senggol Pengendara Motor di Pekalongan
- Tiket Kereta Api Untuk Lebaran Dapat Diakses Melalui…
- Tiket KA Untuk H-7 Lebaran Sudah Bisa Dipesan
- Ini Komentar Masyarakat Sambut Kereta Ber-AC di Purworejo
- Gadis Tanpa Identitas Tewas Tersambar Kereta Api
- Merokok di Kereta, Balotelli akan Didenda
- Loket Telat Dibuka, Penumpang KA Blora Jaya Kebingungan
TRIBUN JATENG.COM, JAKARTA –Jalur ganda kereta api Semarang ke Surabaya dan sebaliknya akan mempergunakan sistim layang agar tidak menganggu arus lalu lintas jalan raya.
Menurut Wakil Menteri Perhubungan , Bambang Susantono, pemilihan sistim layang ini dianggap tepat, mengingat situasi arus lalu lintas yang dilalui jalur kereta sangat padat.
Diutarakan Bambang disela-sela Seminar Nasional Pengembangan Perkertaapian., setiap 5 menit akan terjadi buka tutup palang kereta api.
Sejauh ini kata Bambang, jalur Semarang – Surabaya sangat strategis dalam mendukung aktivitas angkutan penumpang dan barang, seiring dengan peningkatan aktivitas di kawasam ini.
“Guna membangun jalur ganda ini, pemerintah menawarkan investor swasta untuk membangun jalur ganda Semarang – Surabaya sepanjang 300 kilometer senilai Rp 4,5 triliun.” Ujar Bambang.
Menurut Wakil Menteri Perhubungan , Bambang Susantono, pemilihan sistim layang ini dianggap tepat, mengingat situasi arus lalu lintas yang dilalui jalur kereta sangat padat.
Diutarakan Bambang disela-sela Seminar Nasional Pengembangan Perkertaapian., setiap 5 menit akan terjadi buka tutup palang kereta api.
Sejauh ini kata Bambang, jalur Semarang – Surabaya sangat strategis dalam mendukung aktivitas angkutan penumpang dan barang, seiring dengan peningkatan aktivitas di kawasam ini.
“Guna membangun jalur ganda ini, pemerintah menawarkan investor swasta untuk membangun jalur ganda Semarang – Surabaya sepanjang 300 kilometer senilai Rp 4,5 triliun.” Ujar Bambang.
