Stok BBM Jalur Pantura Ditambah 60 Persen
Tribun Jateng - Kamis, 25 Agustus 2011 14:54 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jogya / Hanan Wiyoko
TRIBUNJATENG.COM PURWOKERTO, - Ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di jalur mudik pantai utara (Pantura) ditingkatkan sekitar 60 persen. Penambahan ini untuk menjamin pasokan BBM selama masa angkutan lebaran di Kabupaten Brebes, Tegal, dan Pemalang.
"Saat ini kami manambah stok hingga 60 persen. Kami memprediksi kebutuhan BBM saat puncak arus mudik meningkat 200 persen," kata Kepala Depot Pertamina Pantura, Nurhadie saat dihubungi, Kamis (25/8) siang. Kebutuhan Depot Pertamina Pantura pada hari-hari biasa 1,06 juta liter dan saat ini lebih dari 1,5 juta liter BBM.
Ia mengatakan tambahan stok itu untuk jenis premium, sedangkan solar pasokannya di kurangi sekitar 5 persen. Penambahan pasokan tersebut dilakukan sejak Senin (22/8) lalu.
"Kami meminta pasokan stok dari Depot Pertamina Maos. Untuk pengiriman kami bekerjasama dengan PT KAI Daop 5 Purwokerto," kata Nurhadie.
Terpisah, Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, mengatakan frekuensi perjalanan Kereta BBM dari Depot Maos ke Depot Pantura ditingkatkan dari dua kali menjadi tiga kali sehari.
"Saat ini kami kirimkan 1,5 juta liter BBM ke Depot Pantura. Jenisnya premium, solar, dan kerosine," kata Surono, Kamis siang.
Ia tambahkan biasanya satu rangkaian Ka BBM dari Maos ke Tegal mengangkut 530.000 liter. Satu rangkaian terdiri dari 14 gerbong ketel dengan muatan rata- rata 38.000 liter BBM tiap gerbong. Komposisi jenis BBM yang diangkut setiap hari terdiri dari 60% premium, 35% solar dan 5% kerosine. Atau minyak tanah.
"Pengangkutan BBM menggunakan kereta api lebih efektif dibandingkan moda transportasi jalan raya (iso tank)," lanjutnya.
Menurut Surono, muatan satu rangkaian Kereta BBM sebanyak 530.000 liter akan membutuhkan tidak kurang 60 truk tanki. Dengan volume pengiriman melalui Ka sebesar 1,5 juta liter per hari, akan dibutuhkan 180 armada truk tanki BBM yang akan memadati jalanraya dari Maos ke Tegal.
TRIBUNJATENG.COM PURWOKERTO, - Ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di jalur mudik pantai utara (Pantura) ditingkatkan sekitar 60 persen. Penambahan ini untuk menjamin pasokan BBM selama masa angkutan lebaran di Kabupaten Brebes, Tegal, dan Pemalang.
"Saat ini kami manambah stok hingga 60 persen. Kami memprediksi kebutuhan BBM saat puncak arus mudik meningkat 200 persen," kata Kepala Depot Pertamina Pantura, Nurhadie saat dihubungi, Kamis (25/8) siang. Kebutuhan Depot Pertamina Pantura pada hari-hari biasa 1,06 juta liter dan saat ini lebih dari 1,5 juta liter BBM.
Ia mengatakan tambahan stok itu untuk jenis premium, sedangkan solar pasokannya di kurangi sekitar 5 persen. Penambahan pasokan tersebut dilakukan sejak Senin (22/8) lalu.
"Kami meminta pasokan stok dari Depot Pertamina Maos. Untuk pengiriman kami bekerjasama dengan PT KAI Daop 5 Purwokerto," kata Nurhadie.
Terpisah, Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, mengatakan frekuensi perjalanan Kereta BBM dari Depot Maos ke Depot Pantura ditingkatkan dari dua kali menjadi tiga kali sehari.
"Saat ini kami kirimkan 1,5 juta liter BBM ke Depot Pantura. Jenisnya premium, solar, dan kerosine," kata Surono, Kamis siang.
Ia tambahkan biasanya satu rangkaian Ka BBM dari Maos ke Tegal mengangkut 530.000 liter. Satu rangkaian terdiri dari 14 gerbong ketel dengan muatan rata- rata 38.000 liter BBM tiap gerbong. Komposisi jenis BBM yang diangkut setiap hari terdiri dari 60% premium, 35% solar dan 5% kerosine. Atau minyak tanah.
"Pengangkutan BBM menggunakan kereta api lebih efektif dibandingkan moda transportasi jalan raya (iso tank)," lanjutnya.
Menurut Surono, muatan satu rangkaian Kereta BBM sebanyak 530.000 liter akan membutuhkan tidak kurang 60 truk tanki. Dengan volume pengiriman melalui Ka sebesar 1,5 juta liter per hari, akan dibutuhkan 180 armada truk tanki BBM yang akan memadati jalanraya dari Maos ke Tegal.
