A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Petani Kelimpungan Akibat Musim Kemarau - Tribun Jateng
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribun Jateng

Petani Kelimpungan Akibat Musim Kemarau

Selasa, 13 September 2011 11:08 WIB
Petani Kelimpungan Akibat Musim Kemarau
Laporan Wartawan Tribun Jogya / Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJATENG.COM SOLO,- Musim kemarau yang berkepanjangan membuat Parmin, seorang petani cabai merugi sekitar Rp 7,5 juta. Hal ini terjadi karena buah cabai yang dalam beberapa pekan lagi siap dipanen menjadi mengering dan kualitasnya menurun. Penyebab mengeringnya buah pedas itu akibat kurangnya pasokan air hingga pohon cabai juga ikut mengering.

Lantaran tak ingin semakin merugi, ia pun memanen lebih awal tanaman cabainya yang berjumlah 7 ribu batang itu. Di lokasi tanam miliknya yang terletak di arae persawahan kelurahan Kadipiro itu, hampir sebagain besar kondisi tanaman dan cabainya mengering. "Pohon dan buah cabainya menjadi mengering akibat musim kemarau. Kalau saya kira-kira, kerugian sekitar Rp 7,5 juta. Dulu saya modal sekitar Rp 15 juta," katanya yang sudah menanam cabai sejak 1997 itu, Senin (12/9).

Guru SDN Sepanjang I, Tawangmangu yang bekerja sampingan sebagai petani ini menuturkan, akibat kualitas cabai yang menurun ia memperkirakan hasil panen lahannya seluas 350 meter persegi itu hanya sekitar tiga ton saja. Padahal jika tak terkena terjangan krisis air di musim kemarau, lahannya itu bisa menghasilkan sekitar  4,5 ton cabai. "Sekitar sebulan jelang panen, pohon cabai tumbuh subur. Buahnya juga besar-besar. Tapi karena debit air di sumur menurun, tanaman jadi kekurangan air. Akibatnya jadi mengering dan mati," katanya.

Merosotnya jumlah produksi masih diperparah dengan anjloknya harga cabai di pasaran. Jika saja harga cabai masih tinggi hingga menembus harga hampir seratusan ribu perkilogram, Parmin yang berdomisili di Tawangmangu ini mengaku kerugian yang dialaminya tak akan terlalu besar. "Rencananya cabai merah hasil panen itu akan saya jual ke Pasar Legi. Paling banter nanti laku Rp 3 ribu perkilonya. Kalau kualitasnya bagus, bisa laku sampai Rp 4.500 perkilonya," katanya lagi.

Kerugian juga dialami oleh Sutarno, petani melon di daerah Gonilan, Kartasura. Pohon melonnya yang berjumlah 2 ribu batang mengering karena kekurangan air. Padahal, pohon-pohon melonnya itu sudah berbuah seukuran kepalan tangan orang dewasa. Akibatnya buah-buah melon itu pun menjadi layu. Beberapa buah juga terlepas dari batangnya. "Pohon melon menjadi mati karena kekurangan air. Saya belum bisa menjumlah kerugian, mungkin bisa mencapai puluhan juta," katanya menggunakan nada lirih.

Kepala Dinas Pertanian Pemkot Solo, Wenny Ekayanti menghimbau agar masyarakat tak menanam tanaman yang membutuhkan banyak pasokan air saat musim kemarau seperti saat ini. Tanaman yang bisa menjadi alternatif bagi masyarakat petani adalah tanaman jenis palawija. "Selain tak membutuhkan banyak air, tanaman palawija juga berfungsi untuk memutuskan siklus hidup hama wereng. Sampai saat ini belum ada informasi dari BMKG soal prediksi musim penghujan, jadi masyarakat sebaiknya menghindari menanam tanaman yang butuh banyak air," katanya.
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5682 articles 92 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas