Tribun Jateng
Dikcapil Kabupaten Kulonprogo Siapkan 2 Mobil Untuk Datangi Warga Jompo
Tribun Jateng - Jumat, 23 September 2011 14:56 WIB
Share |
KTP.jpg
Laporan Wartawan Tribunnews.com / has

KULONPROGO, TRIBUN- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kulonprogo menargetkan penyelesaian program E-KTP khusus untuk warga jompo dan penderita sakit permanent tuntas pada akhir tahun 2012.

Dari data yang dimiliki oleh Disdukcapil Kulonprogo, ada 18.171 warga jompo dan sakit permanent dari 364.184 wajib KTP. Warga jompo dan penderita sakit permanent ini nantinya akan dilayani khusus dengan cara mendatangi ke masing- masing rumah penduduk.

 

Kepala Disdukcapil Kulonprogo, Bambang Pidegso mengatakan, target selesai pada akhir 2012 ini karena untuk melakukan perekaman data ke masing-masing warga jompo dan sakit permanent harus mendatangi ke lokasi tempat tinggalnya. Sedangkan untuk peralatannya sendiri hanya akan menggunakan 2 buah. Dari 2 alat ini salah satunya akan dibeli sendiri oleh pemerintah daerah dan yang lainnya merupakan kiriman dari pusat.

 

“Kalau alatnya sampai saat ini belum dikirim dari pusat sedangkan yang satunya akan dibeli sendiri oleh pemda. Saya memperkirakan perekaman data untuk warga jompo ini baru akan selesai pada ahkir 2012 karena memang peralatannya Cuma dua unit”katanya saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kulonprogo, Jumat(23/9).

 

Bambang menuturkan, perekaman data khusus untuk warga jompo dan penderita penyakit permanent ini kemungkinan baru bisa dilaksanakan pada pertengahan bulan Oktober mendatang karena peralatannya sendiri baru akan datang pada awal bulan. “Kalau alat yang akan dibeli oleh Pemda masih menunggu pengesahan dana Anggaran Belanja Tambahan oleh dewan. Pembelian alat ini kemungkinan baru bisa dilaksanakan pada tahun  depan.,”tuturnya

 

Bambang menambahkan, selain terkendala belum adanya alat untuk merekam data, Disdukcapil saat ini belum memiliki kendaraan khusus yang akan digunakan untuk mendatangi rumah-rumah penduduk. Rencananya, kendaraan ini akan dipinjam dari bagian umum. Kendala lain yang dihadapi oleh petugas adalah sulitnya medan untuk mencapai lokasi-lokasi rumah penduduk terutama di wilayah Pegunungan Menoreh yang topografinya berbukit-bukit dan akses jalan yang sempit.

 

“Kita rencananya akan meminjam mobil ke bagian umum. Mobil ini nantinya akan digunakan untuk melayani E-KTP di 12 kecamatan.,”tambahnya.

 

Terkait dengan pelaksanaan perekaman data E-KTP untuk warga umum, Bambang mengatakan kalau sudah dimulai. Dari data yang masuk, rata-rata kendala yang dihadapi adalah saat melakukan perekaman iris mata dan sidik jari. Ada sebagian warga yang iris mata dan sidik jarinya tidak bisa direkam oleh alat sehingga harus mengulanginya.

 

Perekaman data untuk warga umum ini diperkirakan selesai pada akhir bulan Februari 2012 mendatang. Saat ini para petugas sedang dalam tahap adaptasi penggunaan alat.

 

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Pengasih, Daldiri mengatakan, di wilayah Kecamatan pengasih terdapat lebih kurang 500 warga jompo dan penderita penyakit permanent. Untuk mengakomodasi warga jompo dan penderita penyakit permanent pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa.  

 

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dalam mendata jumlah warga jompo dan yang menderita penyakit permanent sehingga tidak bisa datang ke kantor kecamatan. Warga ini nantinya akan didatangi oleh petugas ke rumahnya masing-masing,”ucapnya.

Editor : budi_pras