Pelanggan Pra Bayar PLN Capai 20 Ribu Orang
Tribun Jateng - Jumat, 23 September 2011 13:24 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jogya/ Gaya Lufityanti
TRIBUNJATENG.COM YOGYA,- Hingga akhir semester pertama 2011 ini, PT PLN (Persero) APJ DIY telah memperoleh 20.100 pelanggan dari total target pelanggan listrik pra bayar. "Dengan jumlah ini, berarti sudah lebih dari 50 persen dari target total yang diharapkan," ujar AM Humas dan Hukum PT PLN (Persero) APJ DIY, Reffy Sangi pada Jumat (23/09).
Ia menjelaskan, PT PLN (Persero) menargetkan pencapaian jumlah pelanggan sebesar 35 ribu hingga akhir tahun. Untuk tercapainya angka ini, Reffy mengaku optimis target ini akan ditembus sampai penghujung 2011 ini. Keoptimisannya ini, lanjutnya, didukung oleh animo masyarakat yang tinggi untuk berpindah dari pelanggan listrik reguler menjadi pelanggan pra bayar. "Bahkan kami optimis bisa melampaui target," ujarnya.
Reffy menjelaskan, masyarakat akan mendapatkan banyak manfaat dan keuntungan dengan menjadi pelanggan listrik pra bayar. Keuntungan yang bisa didapatkan pelanggan antara lain praktis dalam membayar. "Pelanggan cukup membeli voucher untuk mengisi pulsa listrik, sehingga lebih efisian dari segi waktu," terangnya.
Hingga saat ini pihaknya pun masih gencar untuk mensosialisasikan
listrik pra bayar ini, baik melalui talkshow atau kegiatan sosialisasi hingga ke tingkat kecamatan. Dari pantauannya selama ini, minta masyarakat perkotaan lebih tinggi daripada di daerah pedesaan. "Mungkin
karena aktivitas masyarakat di perkotaan yang tinggi, serta memiliki waktu terbatas, sehingga membutuhkan sesuatu yang praktis," tambahnya.
Dalam melakukan sosialisasi, pihaknya sempat menhadapi kendala, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai keuntungan dan manfaat listrik pra bayar jika dibanding listrik reguler. Karena menurut Reffy, dibutuhkan waktu untuk memberi pemahaman kepada masyarakat yang sudah bertahun-tahun menjadi pelanggan listrik reguler. "Seperti yang kita temui di pedesaaan dan pelosok, kita masih susah untuk merubah pola pikir mereka dalam waktu yang singkat," ujar Reffy.
TRIBUNJATENG.COM YOGYA,- Hingga akhir semester pertama 2011 ini, PT PLN (Persero) APJ DIY telah memperoleh 20.100 pelanggan dari total target pelanggan listrik pra bayar. "Dengan jumlah ini, berarti sudah lebih dari 50 persen dari target total yang diharapkan," ujar AM Humas dan Hukum PT PLN (Persero) APJ DIY, Reffy Sangi pada Jumat (23/09).
Ia menjelaskan, PT PLN (Persero) menargetkan pencapaian jumlah pelanggan sebesar 35 ribu hingga akhir tahun. Untuk tercapainya angka ini, Reffy mengaku optimis target ini akan ditembus sampai penghujung 2011 ini. Keoptimisannya ini, lanjutnya, didukung oleh animo masyarakat yang tinggi untuk berpindah dari pelanggan listrik reguler menjadi pelanggan pra bayar. "Bahkan kami optimis bisa melampaui target," ujarnya.
Reffy menjelaskan, masyarakat akan mendapatkan banyak manfaat dan keuntungan dengan menjadi pelanggan listrik pra bayar. Keuntungan yang bisa didapatkan pelanggan antara lain praktis dalam membayar. "Pelanggan cukup membeli voucher untuk mengisi pulsa listrik, sehingga lebih efisian dari segi waktu," terangnya.
Hingga saat ini pihaknya pun masih gencar untuk mensosialisasikan
listrik pra bayar ini, baik melalui talkshow atau kegiatan sosialisasi hingga ke tingkat kecamatan. Dari pantauannya selama ini, minta masyarakat perkotaan lebih tinggi daripada di daerah pedesaan. "Mungkin
karena aktivitas masyarakat di perkotaan yang tinggi, serta memiliki waktu terbatas, sehingga membutuhkan sesuatu yang praktis," tambahnya.
Dalam melakukan sosialisasi, pihaknya sempat menhadapi kendala, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai keuntungan dan manfaat listrik pra bayar jika dibanding listrik reguler. Karena menurut Reffy, dibutuhkan waktu untuk memberi pemahaman kepada masyarakat yang sudah bertahun-tahun menjadi pelanggan listrik reguler. "Seperti yang kita temui di pedesaaan dan pelosok, kita masih susah untuk merubah pola pikir mereka dalam waktu yang singkat," ujar Reffy.
Editor : budi_pras