Sabtu, 23 Mei 2015

Tembakau Temanggung Telah Mencapai Rp 425 Ribu Perkilogram

Senin, 24 Oktober 2011 14:56

Tembakau Temanggung Telah Mencapai Rp 425 Ribu Perkilogram

TRIBUNJATENG.COM  TEMANGGUNG,  - Memasuki akhir musim panen tembakau di Kabupaten Temanggung yang diperkirakan akan berakhir bulan Oktober ini, harga tembakau Srintil atau grade G mencapai harga Rp 425 ribu perkilogram. Tembakau srintil mempunyai aroma khas dan tidak seperti tembakau pada umumnya, beraroma buah salak dan bentuknya menggumpal.

“Aroma khas dan citarasa yang berbeda itulah yang membuat tembakau asal Temanggung ini memiliki nilai tawar yang tinggi,” kata Subakir, petani tembakau di Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Senin (24/10/2011).

Menurutnya, produksi tembakau khas Temanggung ini memang tidak banyak, dan hanya dihasilkan dari wilayah tertentu saja. Salah satunya dari daerah Legoksari.

Subakir mengatakan, untuk hasil tembakau Srintil tahun ini memang bagus, namun tidak mampu mencapai grade H. Hal itu disebabkan karena faktor cuaca yang cenderung banyak angin kencang dan sering terjadi mendung.

“Karena pengaruh angin yang terlalu kencang dan cuaca yang sering mendung akhir-akhir ini, maka kualitas tembakau srintil tidak bisa maksimal, rata-rata hanya sampai grade G, tidak sampai H," ujarnya.

Di desanya, sedikitnya terdapat sekitar 400 hektare lahan tanaman tembakau. Dari lahan seluas itu, biasanya mampu menghasilkan sekitar 300 keranjang tembakau. Dan perkeranjang, rata-rata terisi 40 kilogram tembakau.

Ia mengungkapkan, hingga masa akhir panen bulan ini, memang belum semua tembakau srintil terjual. Kebanyakan masih disimpan para pedagang menunggu munculnya aroma khas srintil untuk menjaga kekhasannya. "Nanti kalau aromanya sudah muncul semua baru dijual,"katanya.

Halaman12
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas