A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Tembakau Temanggung Telah Mencapai Rp 425 Ribu Perkilogram - Tribun Jateng
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Jateng

Tembakau Temanggung Telah Mencapai Rp 425 Ribu Perkilogram

Senin, 24 Oktober 2011 14:56 WIB
Tembakau Temanggung Telah Mencapai Rp 425 Ribu Perkilogram
Laporan Wartawan Tribun Yogya/ M Huda

TRIBUNJATENG.COM  TEMANGGUNG,  - Memasuki akhir musim panen tembakau di Kabupaten Temanggung yang diperkirakan akan berakhir bulan Oktober ini, harga tembakau Srintil atau grade G mencapai harga Rp 425 ribu perkilogram. Tembakau srintil mempunyai aroma khas dan tidak seperti tembakau pada umumnya, beraroma buah salak dan bentuknya menggumpal.

“Aroma khas dan citarasa yang berbeda itulah yang membuat tembakau asal Temanggung ini memiliki nilai tawar yang tinggi,” kata Subakir, petani tembakau di Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Senin (24/10/2011).

Menurutnya, produksi tembakau khas Temanggung ini memang tidak banyak, dan hanya dihasilkan dari wilayah tertentu saja. Salah satunya dari daerah Legoksari.

Subakir mengatakan, untuk hasil tembakau Srintil tahun ini memang bagus, namun tidak mampu mencapai grade H. Hal itu disebabkan karena faktor cuaca yang cenderung banyak angin kencang dan sering terjadi mendung.

“Karena pengaruh angin yang terlalu kencang dan cuaca yang sering mendung akhir-akhir ini, maka kualitas tembakau srintil tidak bisa maksimal, rata-rata hanya sampai grade G, tidak sampai H," ujarnya.

Di desanya, sedikitnya terdapat sekitar 400 hektare lahan tanaman tembakau. Dari lahan seluas itu, biasanya mampu menghasilkan sekitar 300 keranjang tembakau. Dan perkeranjang, rata-rata terisi 40 kilogram tembakau.

Ia mengungkapkan, hingga masa akhir panen bulan ini, memang belum semua tembakau srintil terjual. Kebanyakan masih disimpan para pedagang menunggu munculnya aroma khas srintil untuk menjaga kekhasannya. "Nanti kalau aromanya sudah muncul semua baru dijual,"katanya.

Pengaruh cuaca, katanya, juga menyebabkan produktivitas tanaman tembakau tahun ini menurun, yaitu hanya sekitar tujuh kuintal perhektare. Padahal pada musim panen tahun 2009 lalu, bisa mencapai delapan kuintal perhektare. Disebabkan oleh pertumbuhannya kurang maksimal.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Temanggung, Rumantyo mengatakan, memang untuk tahun ini panen tembakau mengalami penngkatan dua kali lpat dibanding tahun 2010 lalu.

Namun, tembakau srintil hanya muncul di daerah tertentu saja, seperti Desa Tlilir dan Legoksari. Keduanya masuk wilayah Kecamatan Tlogomulyo.
Selain itu, lanjutnya, kebutuhan pabrik untuk tembakau Srintil juga tidak banyak, karena biasanya hanya dimanfaatkan untuk mempengaruhi aroma tembakau lainnya saat disimpan di gudang.
  
"Kebutuhan pabrik rokok terhadap tembakau srintil tidak banyak karena tembakau yang beraroma khas ini hanya berfungsi untuk mempengaruhi aroma tembakau yang lain saat ditumpuk di gudang,"katanya.(

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} </style>
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas