Selasa, 1 September 2015

Ki Sungkowo Butuh 40 Hari Untuk Membuat Keris Bertuah

Rabu, 4 Januari 2012 08:12

Ki Sungkowo Butuh 40 Hari Untuk Membuat Keris Bertuah

TRIBUNJATENG.COM SLEMAN,– Tak mudah membuat keris yang bertuah. Pembuat dan pemesan keris perlu melakukan berbagai ritual penting, baik dari si empunya mau pemesan hingga ubo rampe, berupa makanan seperti tumpeng, jajan pasar hingga ingkung (ayam utuh) disediakan untuk meperlancar proses pembuatan keris.

 "Sesaji berupa makanan dan bunga sajen disiapkan agar pembuatan keris lancar. Setelah itu dibagi-bagikan pada warga sekitar agar mendapat doa dari warga," ujar Empu Sungkowo, pembuat keris dari Dusun Getak, Sumberagung, Moyudan, Sleman, ketika disambangi Tribun  Jogja, beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk proses pembuatan keris, bapak dua anak ini mengaku bisa memakan waktu dari 40 hari hingga dua bulan. "Pembuatan minimal paling tidak 40 hari ini karena proses yang rumit, dari besi atau meteor yang masih mentah, kemudian dibentuk sesuai pamornya hingga ke proses menyepuhnya,” kata Empu Sungkowo.

Sesaji yang berupa tumpeng, ingkung, jenang merah putih,  nasi gurih, setandan pisang raja, dan jajanan pasar baru saja selesai didoakan oleh Ki Empu Sungkowo Harum Brodjo dan dua orang empu lainnya yakni Empu Tugino dan Empu Pardi. Sesaji atau yang dalam bahasa Jawa disebut sajen itu disediakan dengan maksud untuk memperlancar pembuatan pusaka tradisonal orang Jawa yang disebut keris. Sajen itu disediakan agar keris yang dibuat memiliki tuah.

“Sembahyang itu juga untuk meminta agar keris itu berisi tuah, agar keris itu memiliki makna bagi si pemiliknya,” kata Empu Sungkowo.

Bagi para pencinta keris, nama Ki Empu Sungkowo Harum Brodjo  sudah tak asing lagi. Dia adalah empu yang berpengalaman. Maklum, dalam dirinya telah mengalir darah perajin keris. Eyangnya adalah salah seorang empu keris yang terkenal di zamannya yakni Empu Jeno Harumbrojo. Dirinya adalah juga keturunan dari Empu Supo dari zaman Majapahit ke – 17.

Di era globalisasi, pamor keris ternyata tak menurun terbukti dengan tingginya minat masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri untuk mengkoleksi keris. Apalagi jika keris itu bertuah, maka akan lebih banyak dicari dan diminati. Menurut kepercayaan orang pada zaman dahulu, menyimpan keris bertuah itu bisa mendatangkan pengharapan dalam kehidupan.

Halaman12
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas