Tribun Jateng
2 Stasiun Di Klaten Tak Beroperasi
Tribun Jateng - Jumat, 27 Januari 2012 21:26 WIB
Share |
KLATEN-STASIUN-CEPER.jpg
Laporan Reporter Tribun Jogya/  Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJATENG.COM KLATEN,
– Sejak 1 Desember 2011 lalu, Purwanti (67) tidak berjualan di Stasuin Ceper. Pasalnya, stasiun tersebut tidak dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). “Saya jadi bingung mau berdagang dimana atau mau alih profesi,” ucapnya, saat ditemui di Balai Desa Ceper, beberapa waktu lalu.

Stasiun Ceper merupakan salah satu dari dua stasiun yang berada di Kabupaten Klaten yang sejak awal Desember 2011 lalu tidak dioperasikan. Stasiun satunya ialah Stasiun Delanggu. Penutupan operasi kedua stasiun itu lantaran adanya kebijakan pembatasan penumpang dari PT KAI. Purwanti yang berdagang menggunakan etalase di Satiun pun terkena imbasnya.

“Usaha berdagang saya di sini ini merupakan satu-satunya usaha untuk menghidupi keluarga saya. Jadi saya menganggur tidak berjualan dua bulan ini,” ucap wanita asal Desa Kujon, Kecamatan Ceper itu.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah tidak berjualan, etalasenya yang masih ditinggal di stasiun Ceper dirusak oleh suporter Bonek. “Saya harus memperbaikinya dan habisa skitar Rp 900 ribu,” tuturnya sembari kedua matanya berkaca-kaca.

Sementara itu, Kepala Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan kebijakan tersebut diberikan untuk alasan efisiensi.  “Pembatasan kuota mempengaruhi permintaan pasar. Sehingga untuk efisiensi, sementara waktu dua stasiun tersebut tidak kami operasikan,” jelasnya, Jumat (27/1/2012).

Penumpukan penumpang atau  di Stasiun Jebres dan Stasiun Purwosari, Solo, juga menjadi dasar kebijakan tidak mengoperasikan kedua stasiun itu dilakukan. “Pada pemberangkatan awal di Stasiun Jebres, KA sudah penuh, terlebih saat di Stasiun Purwosari. Ini juga jadi alasannya,” tuturnya.

Kepastian sampai kapan kedua stasiun tersebut tidak dioperasikan, Eko belum bisa menjawabnya. “Kami melihat situasi dan kondisinya seperti apa dulu. Petugas penjual tiket dan peralatan sudah kami tarik untuk ditempatkan di lokasi yang saat ini masih produktif, daripada nanti mubazir,” pungkasnya.

Ada stasiun yang beroperasi di Kabupaten Klaten lima. Kelima stasiun tersebut yakni Stasiun Delanggu, Stasiun Ceper, Stasiun Klaten, Stasiun Srowot, serta Stasiun Brambanan. Namun mulai September lalu, tinggal tiga stasiun yang beroperasi.

Editor : budi_pras