Tribun Jateng
Truk Bermuatan Pasir Dihantam KA. Argo Wilis
Tribun Jateng - Rabu, 22 Februari 2012 19:18 WIB
Share |
Kereta-tabrak-truk.jpg
truk tabrak kereta
Laporan Reporter Tribun Jogya/ Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJATENG.COM KLATEN,
– Subandi (43), petugas palang pintu, terpaksa harus mengerem pintu palang kereta api (KA). Pasalnya, sebuah truk nekat menerobos palang yang hendak ditutup. “Kepala dari truk tersebut setengahnya sudah masuk ke dalam, dan saya terpaksa harus mengerem pintu palang yang sudah mulai turun,” ungkapnya, Klaten, Rabu (22/2/2012).


Truk bernopol AD 1655 KE dari bertuliskan UD. Maju Latu Aji dari arah barat tersebut ditabrak KA. Argo Wilis yang mengarah ke Surabaya yang berda di jalur rel timur. Tempat kejadian perkara berada di palang pintu KA 283 Krapyak di Dusun Krapyak, Desa Merbung, Kecamatan Klaten Selatan, sekitar pukul 14.40 WIB, Rabu (22/2/2012). Truk bermuatan pasir tersebut muatannya tumpah ruah di jalur KA.


“Saya sengaja membiarkannya supaya lewat duluan sebelum pintu sepenuhnya saya tutup. Namun karena truk penuh dengan muatan pasir dan jalan yang tidak rata, maka truk itu jalannya sangat lambat sekali,” jelasnya pria asal Dukuh Soko, Desa Tabong Wetan, Kecamatan Kalikotes.


Saat pintu hendak ditutup, KA. Argo Wilis berada di jarak sekitar 800 meter dari pintu palang. Bahkan sebelum menutup, Subandi mengaku telah membunyikan sirene tanda kereta api akan lewat.


“Saya sudah membunyikan sirenenya, dan jaraknya truk ketika saya bunyikan sekitar lima meter dari pintu palang. Sedangkan kendaraan lain sudah mulai berhenti, namun truk tetap melaju,” tuturnya saat berada di pos palang pintu tersebut.


Akibat terhantam kereta api yang kecepatannya terhitung dalam detik tersebut, truk berwarna kuning itu mengalami kerusakan cukup parah. Melihat kondisi truk, bagian kepala truk tersebut penyok tak beraturan, dan papan bak sebelah kanan pecah terbuka. Sedangkan truk hanya terseret sekitar lima meter dan terpental hingga berbalik arah.


Sopir yang sendirian menjadi korban dalam kecelakaan  itu. Korban sempat terpelanting sekitar 30 meter dari lokasi kejadian. Akibatnya korban tewas di tempat, dan saat ini berada di kamar mayat RS dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.


Identitas korban hingga saat ini belum jelas. Saat di periksa dari dalam dan pakaian tubuh korban ditemukan sebuah dompet hitam. Dalam dompet tersebut tidak ditemukan identitas korban, hanya uang senilai Rp 70 ribu. Selain itu, ada sebuah slip nota hijau dari hasil ganti oli sebesar Rp 150 ribu. Dalam slip tersebut penerima bernama P. Endri.


Sementara itu, Kasatlantas Polres Klaten, AKP Yuswanto Ardi, mengatakan, hasil penyelidikan sementara petugas palang pintu diduga terlambat dalam menutup palang pintu. Sedangkan sopir truk yang meninggal belum diketahui identitasnya.


“Namun demikian dalam pemeriksaan, petugas palang pintu sudah berusaha menutup pintu tersebut. Pihak kami masih mendalami penyelidikan kasus ini lebih lanjut. Berdasarkan nopol yang tertera di truk, kami sudah mendapatkan pemiliknya yang merupakan orang Sragen. Petugas kami sedang dalam perjalanan ke sana suntuk menanyakan identitas korban,” terangnya.

Editor : budi_pras