Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gadis Belia Dicekoki Miras Oknum Polisi

Ia sempat tidak sadarkan diri setelah diberi pil dan dicekoki minuman

Tayang:
Laporan Reporter Tribun Yogya/  Susilowahid

TRIBUNJATENG  BANYUMAS,  - Vega (16), seorang gadis asal Purwokerto Barat masih tampak syok. Ia sempat tidak sadarkan diri setelah diberi pil dan dicekoki minuman keras oleh beberapa pemuda. Salah satu pelaku diduga berasal dari anggota kepolisian.

Peritiwa tersebut berawal ketika pada hari Senin (16/4/2012) yang lalu korban diajak beberapa temannya untuk datang ke acara ulang tahun, namun orang tua korban tidak mengijinkannya. Akhirnya ketika sekitar pukul 22.00 korban nekad keluar rumah dengan memanjat pagar untuk menemui teman-temannya yang telah menunggunya tak jauh dari rumah menggunakan mobil Avanza warna biru. Dari keterangan korban, di dalam mobil tersebut tampak baju dinas anggota polisi berpangkat briptu atas nama Iqbal Yusuf. Diduga baju dinas tersebut milik sopir mobil Avanza.

Ketika itu orang tua korban merasa tenang karena anaknya tidak jadi pergi. Sampai ketika salah satu teman korban atas nama Dwiki melihat Korban sedang berada di salah satu rumah kos di daerah perumahan Sumampir Purwokerto bersama beberapa laki-laki sekitar pukul 03.00 pagi.

Mendengar kabar dari Dwiki, Ibu korban atas nama Asih Kusmiyandi segera menyusulnya ke arah rumah kos tersebut. Betapa kagetnya ibu korban ketika mendapati anaknya sedang berada di sebuah kamar kos dengan seorang pria. Di ruang tengah tersebut juga didapati sekitar delapan pria yang diduga mabuk.

"Saat itu anak saya sudah tidak sadarkan diri, saya langsung membawa anak saya pulang bersama ayah saya," kata Asih Kusmiyandi ketika ditemui di rumahnya, Kamis (19/4//2012).

Keesokan harinya korban diperiksakan ke Rumah Sakit Islam Purwokerto dalam keadaan setengah sadar. Dari hasil yang didapat dari laboratorium ternyata tidak ditemukan kandungan narkotika dalam tubuh korban, selain itu tidak ada dugaan kekerasan seksual karena menurut dokter tidak ada luka di bagian alat kelamin korban.

Ayah korban, segera melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Polsek Purwokerto Timur namun akhirnya kasus dilimpahkan ke pihak Polres Banyumas.

Dari pemeriksaan terhadap korban, ia mengaku bahwa setelah pergi dari rumah ia sempat diajak mampir ke beberapa cafe di Purwokerto dan dipaksa minum minuman keras.

"Saya juga dipaksa minum pil, saya tidak tahu itu pil apa tapi rasanya manis, saya sampai dipaksa minum sampai tiga pil," kata korban.

Korban mengatakan bahwa dirinya juga sempat akan diajak ke Bandung untuk jalan-jalan oleh oknum polisi tersebut. Ia dijanjikan akan dibelikan apapun yang ia mau.

Sementara itu ketika dimintai keterangan, pihak Polres Banyumas belum dapat memastikan apakah kasus tersebut adalah kasus traficking.

"Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, kami juga terus melakukan pencarian terkait dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kasus tersebut," kata Ipda Ali Rustomo, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banyumas.

Menurut Ali, seragam yang ditemukan di dalam mobil dan foto yang ditunjukkan korban belum dapat memastikan jika orang tersebut adalah polisi. Ia mengatakan bahwa perlu penyelidikan lebih lanjut dan mendalam.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved