Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tim UGM Berhasil Angkat Dua Pelajar yang Tenggelam

Tim dari unit selam UGM berhasil mengangkat dua pelajar yang tenggelam di Banyumoto,

Tayang:


Laporan Wartawan Tribun Jogja /  Agung  Ismiyanto

TRIBUNJATENG.COM GUNUNGKIDUL,- Tim dari unit selam UGM berhasil mengangkat dua pelajar yang tenggelam di Banyumoto, sebuah sungai yang berada di pintu keluar Gua Pindul, dusun Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo, Minggu (13/5/2012) sore. Hampir enam jam pencarian dilakukan dan korban masing-masing Yoga Haris Kurniawan (15) dan Andi Subroto (15) yang merupakan warga Baleharjo, Wonosari diketemukan di lorong sepanjang lima meter dan memiliki kedalaman lebih dari lima meter.

Kejadian nahas itu bermula pada saat enam rombongan anak usia SMP berenang di dekat pintu keluar Gua Pindul. Tiga diantaranya, Yoga Haris Kurniawan (15) siswa SMP 3 Playen, Andi Subroto (15) SMP 3 Wonosari,  dan Wira Pratama (15) langsung menceburkan diri di Banyumoto yang dikenal memiliki kedalaman lebih dari lima meter. Sementara tiga orang lainnya, masih menunggu di atas air. Nahas, ketiganya tidak bisa berenang.

Menurut penuturan Wira Pratama, korban yang selamat, menjelaskan bahwa kedua temannya yang tenggelam sempat tersenyum dan bercanda padanya. Ia mengaku sempat menganggap kedua temannya tersebut bercanda. "Andi masih saja tersenyum. Saya kira kalau mereka hanya pura-pura. Ternyata mereka tenggelam," ungkapnya kepada Tribun Jogja dengan nada sedih.

Menurut Wira, mereka adalah teman main bola di kampung dan berangkat ke kompleks gua Pindul dengan menggunakan sepeda. Wira yang mengaku tak bisa berenang, sempat merasa takut dengan kata yang diucapkan oleh Yoga (korban meninggal). "Tadi bilang kalau ga renang tidak lulus. Makanya saya turuti," tambahnya.

Namun, ternyata tak berselang lama, kedua temannya tersebut sudah ke tengah. Wira masih saja berpegangan di akar pohon yang ada di pinggiran sungai Banyumoto. Wira juga menuturkan sebelum mereka berenang, mereka sempat diperingatkan oleh petugas. "Tapi kami nglimpe petugas itu. Kami tetap saja berenang," sesalnya.

Wira juga menuturkan, kedua temannya langsung tenggelam dan menghilang. Hingga akhirnya mereka melapor pada petugas dan juga pengelola wisata Gua Pindul. Sekitar pukul 10.30, pengelola wisata dan beberapa pemandu wisata melakukan penyelamatan. Namun tetap tidak membuahkan hasil.
Sekitar pukul 13.00, anggota tim SAR Vertical Rescue dan SAR wilayah II melakukan pencarian di TKP. Mereka berjibaku sekitar 2,5 jam namun tidak membuahkan hasil. Tim SAR Vertical Recue tersebut sempat menggunakan perahu karet untuk segera mencari  dua anak yang tenggelam.

Meski demikian, peralatan yang dipergunakan SAR Gunungkidul, masih sangat minim. Tak ada alat snorkeling yang cukup memadai. Sehingga, pencarian memerlukan proses waktu yang cukup lama. Beberapa warga pun, sempat mengeluhkan tindakan SAR yang tidak segera melakukan penyelamatan.

Keajaiban terjadi pada saat tim Basarnas yang membawa tim dari unit selam UGM dan Bahari Rescue dari Yogyakarta merapat ke lokasi. Sekitar pukul 15.45 mereka langsung merapat ke lokasi. Bahkan, sesaat setelah tim unit selam UGM dan Bahari rescue melakukan penyelaman, langsung didapatkan tanda-tanda lokasi kedua korban.

Wahid dari tim Unit Selam UGM, langsung menyelam di kedalaman lima meter. Sekitar pukul 16.40, jasad kedua bocah tersebut diketemukan dalam keadaan kaku dan pucat. "Posisi keduanya saat ditemukan bergandengan. Sehingga, dengan mudah tim mengangkatnya," jelas Antoni dari Bahari Rescue.

Sontak, ratusan warga yang sejak siang menyaksikan aksi penyelamatan tersebut, langsung bersorak ketika kedua jasad bocah tersebut diangkat dari lorong gua di sekitar Banyumoto. Kedua anak tersebut langsung diangkat dan dimasukkan dalam kantong mayat berwarna putih. Bahkan dokter RSUD Wonosari, langsung melakukan visum di tempat.  Kedua jenasah langsung diangkut ambulans untuk dibawa ke rumah duka.

Bukan Wisatawan Gua Pindul

Pihak Pengelola wisata Gua Pindul dan Kepala desa Bejiharjo Yanto menegaskan bahwa dua orang yang tenggelam bukan merupakan pengunjung objek wisata gua Pindul. Keduanya adalah anak-anak yang bermain di sekitar kompleks Gua Pindul.

"Ini murni kecelakaan. Namun yang perlu diketahui anak-anak tersebut, bukanlah wisatawan Gua Pindul. Mereka hanya bermain-main di sekitar Banyu Moto (Mata air di pintu dekat keluar gua Pindul). Mereka tak membeli tiket," jelasnya.

Sementara pihak Pokdarwis Desa Wisata Bejiharjo (Dewa Bejo) juga menjelaskan bahwa dua orang korban tersebut, bukanlah pengunjung gua Pindul. "Mereka sudah kami peringatkan untuk tidak berenang, namun tetap saja tidak mengindahkan. Sehingga terjadi kejadian semacam ini," jelas Ketua Pokdarwis Dewa Bejo, Subagyo.

Subagyo menjelaskan, bahwa pihaknya sejauh ini sudah berusaha untuk mengingatkan. Akan tetapi, karena tidak adanya pengawasan penuh di Banyumoto maka terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Ke depan, kami akan lebih melakukan pengawasan," jelasnya.

Pihak pengelola wirawisata Gua Pindul, Haris Purnawan juga menjelaskan bahwa kedua bocah tersebut masuk kompleks gua Pindul tanpa adanya ijin dari pengelola ataupun operator. "Jadi mereka masuk tanpa karcis dan tidak seijin para pengelolan," jelasnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved