Selasa, 23 Desember 2014
Tribun Jateng

Data Penerima Raskin terbaru belum Keluar

Selasa, 15 Mei 2012 15:36 WIB

Data Penerima Raskin terbaru belum Keluar
Laporan Wartawan Tribun Jogya/ Rina  Eviana

TRIBUNJATENG.COM  YOGYA, – Data penerima beras miskin (raskin) dari pemerintah pusat hingga pertengahan Mei ini belum juga dikirim ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Yogyakarta. Padahal data penerima raskin baru ini sebagai dasar distribusi raskin yang akan dibagikan Juni besok.
 
“Kami sampai saat ini belum menerima data penerima raskin yang baru. Sehingga belum tau jumlahnya bertambah atau berkurang,” jelas Tri Maryatun selaku Kepala Bidang Pengembangan Kesejahteraan dan Bantuan Sosial, Dinsosnakertrans yogyakarta, Selasa (15/5/2012).
 
Menurut dia data hasil pendataan program perlindungan sosial (PPLS) yang diperoleh dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008 sebagai acuan data penerima raskin diberlakukan sejak 2009 hingga Mei 2012.
 
Sedianya data baru penerima raskin sudah diterima Pemkot. Lantaran, distribusi raksin dilakukan pekan pertama tiap bulan. “Kami juga kan harus sosialisasi dulu kepada masyarakat. Sampai sekarang kami hanya bisa menunggu,” katanya.
 
Data penerima program raskin tersebut berdasarkan  pada PPLS 2011. Adapun perubahan mengenai jumlah penerima raskin mulai Juni 2012 telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 24/KEP/2012.
 
Adapun sebelum ada perubahan data penerima raskin mengacu pada PPLS 2008 jumlah penerima raskin di Yogyakarta sebanyak 11.783 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM). “Termasuk distribusi Mei masih mengacu data lama,” katanya.
 
Pada bulan Mei ini distribusi raskin menurut Lurah Pandeyan Kecamatan Umbulharjo, Didik Setiadi sudah tersalurkan ke RTSPM di kelurahan setempat. Meski acuan distribusi raskin Mei mengacu PPLS lama, menurut dia selama ini distribusi raskin wilayah setempat juga menerapkan kearifan lokal sesuai kesepakatan RT maupun RW.
 
“Yang mampu tapi terdata  dikurangi jatah berasnya untuk warga miskin yang tidak masuk daftar penerima raskin sebagai bentuk kearifan lokal,” katanya.

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas