Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sigit Enggan Beri Penghargaan Pasukan Orange

Sayangnya, Wali Kota, Ir Sigit Widyonindito MT saat ditanya terkait penghargaan pada

Tayang:
Laporan Wartawan Tribun Jogya/ M Huda

TRIBUNJATENG.COM MAGELANG,- Keberhasilan Kota Magelang meraih penghargaan di bidang kebersihan, ketertiban serta penataan lingkungan yakni piala Adipura dari Presiden RI, tidak lepas dari jasa para pasukan orange (petugas kebersihan). Sayangnya, Wali Kota, Ir Sigit Widyonindito MT saat ditanya terkait penghargaan pada petugas kebersihan tersebut enggan memberikan kejelasan.

"Mereka para staf saya yang penyapu jalan itu tugas pengabdiannya luar biasa, tidak pernah mengharapkan hal-hal seperti itu. Tapi tentunya nanti akan saya pikirkan hal itu," katanya usai memimpin upacara penyerahan Adipura dari Wali Kota kepada Ketua DPRD dan Camat, di halaman Kantor Wali Kota, Rabu (6/6/2012) sore.

Sigit juga menegaskan bahwa prestasi ini tidak lepas dari partisipasi semua elemen masyarakat. Ia juga berkomitmen bahwa tahun berikutnya Kota Magelang harus kembali memperolehnya. Ia menargetkan, dalam lima tahun ke depan Kota Magelang harus terus mempertahankannya hingga memperoleh Adipura Kencana.

"Makanya sikap masyarakat yang tidak peduli atau cuek itu harus dirubah. Kalau kotanya bagus kan kita sendiri yang bangga," katanya.

Piala Adipura itu sendiri setelah dibawa dari Jakarta, langsung dikirab mengelilingi Kota Magelang melewati Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Jalan Jendral Soedirman kemudian finish di halaman Kantor Pemkot Magelang.

Piala tersebut dikirab menggunakan mobil bak terbuka, dimana dalam kendaraan tersebut ada tiga camat, yakni camat Magelang Utara, Tengah dan Selatan serta Mas dan Mbak Kota Magelang. Selain itu, kirab tersebut juga diikuti seluruh kepala kelurahan se-Kota Magelang, serta ratusan pengiring yang terdiri dari  pasukan kuning, staf Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kota (DKPT), staf Kantor Lingkungan Hidup (KLH), dari Dinas Pengelolaan Pasar (DPP), staf Kecamatan dan Kelurahan serta sejumlah karyawan Pemkot Magelang.

Hal serupa juga dilakukan di Kabupaten Temanggung. Piala Adipura dikirab dari kantor Pemkab hingga gedung Bumi Phala. Bupati Temanggung Hasyim Affandi menyampaikan rasa syukur karena diberi amanat piagam Adipura. Hal itu karena kerja keras Pemerintah Daerah (Pemda), seluruh lapisan masyarakat, dan para petugas kebersihan.

"Saya sangat berterima kasih karena dengan lomba antara kelurahan kita berikan motivasi. Kita bersyukur dengan menggunakan anugerah itu sebaik-baiknya. Mudah-mudahan tahun depan kita dapat lebih baik lagi, yakni Adipura Kencana," kata Hasyim.

Adipura Kencana, katanya, akan bisa diraih bila semua indikator bisa terpenuhi. Yakni, kebersihan, managemen sampah, pendidikan, keindahan, dan perhubungan. Beberapa point tersebut harus diperhatikan.

"Kelemahan kita itu satu, yakni di masalah sampah. Pengelolaannya masih belum sesuai yang kita harapkan, untuk budaya memanfaatkan sampah," katanya.

Terkait pengelolaan sampah, Bupati meminta DPU (Dinas Pekerjaan Umum) melakukan study banding ke daerah lain, seperti Jepara yang menjadikan pengelolaan sampah menjadi sarana wisata. Bupati juga ingin toko-toko mengeluarkan tempat sampah.

"Kelemahan kita lainnya yaitu kondisi di perumahan-perumahan kurang teduh. Itu kebersihan dalam arti fisik. Tapi kita perlu kembangkan kebersihan dalam arti budaya. Saya mohon perangkat desa mensosialisasikan budaya bersih ini,"ujarnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved