Warga Geram Teriaki Gayus Pada Ismu
Desa Segoroyoso terkait adanya indikasi penyelewengan dana hibah sebesar Rp 440 Juta.
Pada hari Selasa (19/6/2012) malam kembali berlangsung musyawarah terbuka sebagai kelanjutan pertanggungjawaban ketua kelompok kandang dusun Sidomulyo , Segoroyoso Dua, Pleret yang digugat oleh anggotanya sendiri karena terindikasi menyelewengkan dana hibah dari pemerintah.
Setelah melakukan lobi tertutup cukup lama dengan disaksikan beberapa saksi dari aparat kepolisian Polsek Pleret. Akhirnya pada Rabu (20/6) dini hari sekitar pukul 01.15 WIB tercapai kesepakatan antara warga yang tergabung dalam kelompok kandang Sidomulyo Segoroyoso Pleret dengan pengurus kelompok.
"Akhirnya kami sepakat selisih uang hasil dari jumlah aset berupa sapi sejumlah 11 ekor dan laba penjualan total Rp 194 Juta sekian, akan dikembalikan ke anggota sebesar Rp 150 Juta. Sebenarnya masih banyak kejanggalan, namun kami coba selesaikan secara baik-baik," terang Sugi wakil kelompok kandang pada Tribun Rabu (20/6/2012) usai lobi-lobi dengan pengurus.
Warga yang tergabung dalam anggota kelompok kandang, sepakat secara aklamasi memberikan jangka waktu selama dua bulan.
"Bila tidak bisa mengembalikan dana tersebut, maka terpaksa kami akan menempuh jalur hukum," ujar Sugi.
Sugi menambahkan LPJ yang dibuat itu mengada-ada dan jelas fiktif. Justru semakin menguatkan indikasi adanya penyelewengan dana.
"Ya jelas LPJ tersebut fiktif. Kami sepakat menolak dengan tegas. Buktinya tidak ada penanggalan yang jelas dalam setiap data baik itu transaksi penjualan maupun pembelian," imbuhnya.
Di lain pihak Purwanto selaku sekretaris kelompok sekaligus juru bicara perwakilan dari pengurus sempat terlihat bingung tatkala menjelaskan selisih sapi 11 ekor dari data yang diverifikasi Sugi.
Sementara itu Ismu Wibowo ketua kelompok kandang selaku pihak yang digugat oleh anggotanya menampik adanya penyelewengan dana.
"Semata-mata kesalahan pada LPJ saya. Karena saat menyusun waktunya terlalu pendek. Kalau soal penyelewengan saya tegas membantahnya," terangnya usai mediasi.
Terkait kabar sebelumnya bahwa sejumlah uang dana hibah tersebut digunakan pengurus sebagai uang pelicin untuk dinas tertentu, ia kembali membantah.
"Saya tidak pernah memakai uang tersebut untuk dinas tertentu. Dana tersebut langsung dicairkan melalui rekening kelompok," bantahnya lagi.
Sedangkan ke dua pengurus yang lain yaitu Wahyudi selaku ketua 2 dan Suprianto bendahara mengaku tidak tahu menahu karena selama 1,5 tahun berjalan, justru hampir seluruh managemen didominasi dan dijalankan oleh Ismu saja.
Dari pantauan Tribun musyawarah terbuka yang berlangsung dari Selasa (19/6) malam pukul 19.30 WIB hingga Rabu (20/6) dini hari pukul 01.15 ini, lebih mirip pertunjukkan wayang. Pasalnya ratusan warga mulai dari anak-anak hingga dewasa semua tumplek blek menonton jalannya musyawarah.
Beberapa kali warga yang ikut menyaksikan jalannya musyawarah nampak geram dan meneriakkan kata-kata korupsi dan gayus tatkala Purwanto sebagai juru bicara pengurus tak bisa menjelaskan kejanggalan yang dipertanyakan warga.(yud)