Mbah Rono Tersanjung Raih Cendikiawan Berdedikasi 2012 Kompas
Tribun Jateng - Kamis, 28 Juni 2012 07:40 WIB
Share |
Surono_Vulkanlogi.jpg
Laporan Tribun Yogya / Sigit Widya

TRIBUNJATENG.COM  YOGYA -KEPALA Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr Surono (57), atau dikenal dengan Mbah Rono, merasa sangat tersanjung mendapat penghargaan Cendekiawan Berdedikasi 2012 Kompas, beberapa waktu lalu. Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah mendukung kinerjanya, terutama saat terjadi erupsi Gunung Merapi 2010 silam.

"Tidak ada kata lain yang saya ucapkan selain terima kasih kepada semua pihak, juga Kompas," ucapnya kepada Tribun Jogja, Rabu (27/6/2012) sore, melalui BlackBerry Messenger.

Ya, sosok Mbah Rono memang menjadi sorotan menjelang dan pascaerupsi Merapi yang melanda wilayah Provinsi DIY dan sekitarnya pada 2010 lalu. Bahkan, ia adalah satu dari dua tokoh yang paling banyak disebut-sebut saat erupsi Merapi terjadi, selain tentunya almarhum Mbah Marijan, juru kunci Merapi kala itu.

Berdasarkan hal itu pula, pada tahun ini, Kompas memberi penghargaan kepada Mbah Rono yang dianggap telah berkontribusi signifikan sebagai nara sumber maupun penulis artikel, bersama beberapa tokoh lainnya. Mereka dinilai telah menawarkan solusi visioner, memberi pencerahan dan mengajak publik untuk membangun kehidupan bersama secara kritis.

Penghargaan Cendekiawan Berdedikasi 2012 yang digagas oleh Kompas telah diadakan sejak 2008, atas pemikiran sang Pemimpin Umum, Jakob Oetama. Pada 2012, kriteria nama-nama penerima ditentukan oleh Kompas, merujuk kepada tulisan-tulisan yang dimuat di halaman 6 dan 7 (sebelumnya di halaman 4 dan 5).

Selain Mbah Rono, empat penerima penghargaan Cendekiawan Berdedikasi 2012 adalah penulis resep makanan "Nyonya Rumah", Julie Suradjana (90); mantan Menteri Pendidikan, Daoed Joesoef (85); penulis dan peneliti senior Mochtar Pabotitingi (66); dan peneliti di Arsip Nasional Republik Indonesia, Mona Lohanda (64). (igy)