Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wakil Ketua DPRD Jateng Jadi Tersangka

penetapan Riza Kurniawan dalam kasus Hibah Koni di tiga cabang olah raga yaitu dayung, sepatu roda serta panjat tebing.

Tayang:
Laporan Wartawan Tribun Jogya/  Bakti Buwono Budiastyo

TRIBUNJATENG.COM SEMARANG, TRIBUN - Dalam kurun waktu dua bulan yakni Juni dan Juli 2012 pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah meningkatkan delapan perkara dari penyelidikan ke penyidikan. Tidak hanya itu, peningkatan status itu juga menyeret beberapa nama menjadi tersangka. Yang terbaru adalah penetapan Riza Kurniawan dalam kasus Hibah Koni di tiga cabang olah raga yaitu dayung, sepatu roda serta panjat tebing.

Riza Kurniawan adalah wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jateng  yang saat ini ditahan Kejari Mungkid karena terlibat kasus dugaan korupsi bansos. Untuk jumlah kerugian dana hibah Koni pihak kejati belum memastikan.

"Untuk bulan januari hingga juli kami sudah melakukan 21 penyidikan," kata Kasipenkum Kejati Eko Suwarni di kantornya, Minggu (22/7).

Adapun kasus lain yang menjadi bidikan Kejati jateng selain dana hibah koni antara lain Pemeliharaan jalan PU ESDM Jepara 2009/2010 dengan tersangka berinisial HS, AR, SS, SAR, WM. Lalu, Pencairan jaminan sarana prasarana jepara PU ESDM Jepara dengan tersangka  inisial NHW, dan S. Ada juga kasus pengajuan kredit BJS dg jaminan fiktif tahun 2010 dengan tersangka berinisial D, dan S.

Untuk kasus kelima adalah Penyalahgunaan DAK Pendidikan Banjarnegara tahun 2011 dengan tersangka berinisial HS dan AS. keenam, pembangunan daerah tujuan wisata bukit cinta kab semarang dengan berinisial TR, dan AAC. Ketujuh adalah kasus ruislag tanah pemprov jateng di desa Nyatyono kab semarang dengan tersangka adalah PDN, K, R, MT, WC, dan YEAR.

"Terakhir kasus bansos pemprov jateng sudah naik ke penyidikan tapi belum menetapkan tersangka. Untuk studio mini kami masih menunggu hasil hitung ulang dari BPKP, " kata Eko.

Sebelumnya, kejati disoroti oleh LSM anti korupsi Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KP2KKN) karena belasan kasus korupsi macet. Beberapa kali divisi monitoring aparat penegak hukum KP2KkN Eko Haryanto menyoroti kasus studio mini dan Griya Lawu Asri. (bbb)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved