
TRIBUNJATENG.COM CILACAP -Sebanyak empat kapal motor (KM) Inka Mina bantuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bagi kelompok usaha bersama (kube) di Cilacap, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang pasang pada awal Mei silam.
“Kapal-kapal yang ditambatkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) dihantam gelombang pasang pada Jumat (4/5/2012) sehingga mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan,” kata Manajer Kube Mina Lestari, Pairan.
Menurut dia, biaya perbaikan untuk satu kapal yang berbahan fiber dengan bobot 30 gross tonage (GT) yang digunakan untuk mencari ikan tuna ini diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Ia mengatakan, pihaknya telah melaporkan kerusakan kapal-kapal tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kami berharap kapal-kapal tersebut dapat segera diperbaiki sehingga 100 nelayan yang tergabung dalam kube bisa kembali memanfaatkannya untuk mencari ikan tuna,” katanya.
Keempat KM Inka Mina bantuan Presiden SBY ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo pada 16 April silam di PPSC kepada empat kelompok usaha bersama tersebut, yakni Kube Usaha Mandiri Kelurahan Tambakreja, Kube Mina Jaya Kelurahan Tegalkamulyan, Kube Mina Lestari Kelurahan Cilacap, dan Kube Mina Makmur Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan.
Di tempat itu, Gubernur juga menyerahkan tiga kapal Inkamina kepada koperasi nelayan di Kabupaten Kebumen, yakni Koperasi Nelayan Mina Barokah Desa Kalipoh, Koperasi Nelayan Mina Guna Desa Argopeni, dan Koperasi Nelayan Cempaka Mertani Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah.
Tujuh KM Inka Mina ini semula akan diserahkan oleh Gubernur Jateng kepada nelayan pada 18 Februari 2012.
Oleh karena dinilai belum sempurna, Gubernur meminta ketujuh kapal tersebut disempurnakan sebelum diserahkan kepada nelayan melalui Pemkab Cilacap dan Kebumen.
“Prototipe kapal ini berbeda dengan kapal di Laut Jawa. Prototipe kapal ini memiliki kekhususan dalam teknis karena dihadapkan dengan Samudera Hindia yang gelombangnya ganas,” kata Bibit, di Pendopo Wijayakusuma Sakti Kabupaten Cilacap.
Dengan demikian, kata dia, desain dan kualitas ketujuh kapal ini berbeda dengan kapal-kapal bantuan yang telah diserahkan kepada nelayan di Laut Jawa khususnya pantai utara Jateng.
“Saya minta kapal ini benar-benar ‘perfect’ (sempurna), jangan main-main dengan ini. Setelah sampai di sini, dicek, perlu ada perbaikan-perbaikan beberapa instrumen. Jadi hari ini harusnya saya serahkan, saya tunda karena ada beberapa yang harus diperbaiki,” jelasnya.
Ia mengatakan, pihaknya tidak mau menerima kapal yang standarnya tidak sesuai dengan kondisi Samudera Hindia yang ombaknya cukup tinggi. Hingga saat ini, empat kapal bantuan untuk Cilacap dan tiga kapal untuk Kebumen masih bersandar di PPS Cilacap karena mengalami kerusakan.
