Harga Telur Turun Drastis
Harga telur di pasaran menurun drastis selama bulan Ramadan.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJATENG .COM, GUNUNGKIDUL- Harga telur di pasaran menurun drastis selama bulan Ramadan. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama hampir sepekan lalu. Meski demikian harga barang kebutuhan lainnya masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.
Salah satu pedagang sembako di lantai dua pasar Argosari, Wonosari, Muryani (27) menjelaskan bahwa harga telur turun hingga Rp 5500 per kilogramnya. "Sebelumnya berkisar Rp 19 ribu pada saat awal puasa. Namun, sekarang turun hingga Rp 13500," jelasnya kepada wartawan dan petugas pencatat dari Provinsi DIY, Rabu (1/8/2012).
Muryanti yang akrab dipanggil Mur, menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui pasti harga telur yang merosot tersebut. "Untuk pasokannya masih tetap dan konsumen juga tetap. Bisa jadi kalau menjelang lebaran harga telur akan naik lagi," ulasnya.
Namun, harga komoditas sembako lainnya tetap stabil. Ia menjelaskan bahwa harga minyak goreng sawit, berkisar Rp 10.200, sementara komoditas Gula pasir Rp 11500 Per kilogram. Harga beras perkilogramnya mencapai Rp 8000-8500. "Semuanya juga konsumennya stabil dan pasokan aman," jelasnya. (*)