50 Polisi Amankan Borobudur Saat Lebaran
Tribun Jateng - Sabtu, 11 Agustus 2012 08:13 WIB

TRIBUNJATENG COM MAGELANG, – Tingginya animo masyarakat untuk berkunjung ke Candi Borobudur saat mudik Lebaran, membuat Kepolisian Resor Magelang menurunkan 50 anggotanya di sana. Tak hanya itu, Polres Magelang juga mendirikan pos pengamanan khusus demi mengamankan warisan budaya dunia itu.
Menurut Kapolres Magelang, AKBP Guritno Wibowo, pengamanannya perlu mendapat prioritas untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. “Selain dari kepolisian, nantinya juga ditambah tenaga pengamanan dari instansi lain yang sudah berkoordinasi dengan kami,” katanya, usai gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2012 di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, kemarin (10/8).
Kapolres mengatakan, pihaknya menerjunkan 2/3 personil kesatuannya, berjumlah 700 personil. Mereka akan bertugas mengamankan arus mudik dan balik lebaran serta libur lebaran. Guritno mengatakan, nantinya akan ditambah personil dari TNI, Linmas, Ormas, Senkom, Pramuka, dan lainnya yang berjumlah sekitar 400 orang. Sebanyak tujuh pos pengamanan (pos pam) telah didirikannya yang akan diisi petugas jaga 24 jam penuh. Guna menjamin kelancaran arus mudik yang diperkirakan akan mulai terjadi pada H-7 Lebaran, barikade traffic cone juga sudah dipasang.
Kepolisian juga telah mengidentifikasi titik rawan kemacetan arus mudik. Dijelaskannya, titik rawan kemacetan antara lain jalan sepanjang Payaman-Sambung, dan ruas jalan Yogyakarta-Magelang. “Keduanya sudah dilakukan pelebaran ruas, semoga bisa efektif menambah kelancaran lalu lintas. Bahkan jalan Yogyakarta-Magelang sudah dilebarkan jadi empat lajur,” kata Gurinto.
Selain jalan, lanjut dia, titik rawan kemacetan ada di lokasi-lokasi pasar tumpah. Terdapat tiga pasar tradisional yang potensial terjadi pasar tumpah pada saat arus mudik. Yaitu pasar tumpah di Pasar Payaman, Pasar Muntilan, dan Pasar Salam. Guritno mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada para pedagang agar tidak menggunakan badan jalan untuk berjualan. Untuk mengantisipasi keamanan di daerah rawan kriminalitas, kepolisian bekerjasama dengan Babinkamtimbas di daerah setempat.
Sementara prediksi puncak arus mudik Lebaran 2012 ini, kata Guritno, diperkirakan akan mulai terjadi pada H-3 lebaran. Petugas sudah siap di pos masing-masing untuk menjaga kelancaran para pemudik dari Jakarta dan luar kota lainnya yang akan pulang kampung. Ketua GP Ansor Kabupaten Magelang, Chabibullah mengatakan, pihaknya juga ikut membantu kepolisian untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran serta libur Lebaran. Sebanyak 250 anggota Ansor diterjunkan untuk pengamanan tersebut yang bertempat di pos pam yang ada.
“Kami mendirikan dua pos pam yang akan dihuni sebagian petugas jaga dari Ansor, yaitu di Secang dan Muntilan. Sedangkan sebagian petugas jaga yang lain akan bergabung dengan pos pam polisi yang ada,” jelasnya.
Di pos pam Ansor di Secang dan Muntilan, lanjutnya, pihaknya menyediakan fasilitas bagi para pemudik. Di antaranya fasilitas layanan informasi, layanan kesehatan, dan lainnya untuk memperlancar arus mudik
Menurut Kapolres Magelang, AKBP Guritno Wibowo, pengamanannya perlu mendapat prioritas untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. “Selain dari kepolisian, nantinya juga ditambah tenaga pengamanan dari instansi lain yang sudah berkoordinasi dengan kami,” katanya, usai gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2012 di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, kemarin (10/8).
Kapolres mengatakan, pihaknya menerjunkan 2/3 personil kesatuannya, berjumlah 700 personil. Mereka akan bertugas mengamankan arus mudik dan balik lebaran serta libur lebaran. Guritno mengatakan, nantinya akan ditambah personil dari TNI, Linmas, Ormas, Senkom, Pramuka, dan lainnya yang berjumlah sekitar 400 orang. Sebanyak tujuh pos pengamanan (pos pam) telah didirikannya yang akan diisi petugas jaga 24 jam penuh. Guna menjamin kelancaran arus mudik yang diperkirakan akan mulai terjadi pada H-7 Lebaran, barikade traffic cone juga sudah dipasang.
Kepolisian juga telah mengidentifikasi titik rawan kemacetan arus mudik. Dijelaskannya, titik rawan kemacetan antara lain jalan sepanjang Payaman-Sambung, dan ruas jalan Yogyakarta-Magelang. “Keduanya sudah dilakukan pelebaran ruas, semoga bisa efektif menambah kelancaran lalu lintas. Bahkan jalan Yogyakarta-Magelang sudah dilebarkan jadi empat lajur,” kata Gurinto.
Selain jalan, lanjut dia, titik rawan kemacetan ada di lokasi-lokasi pasar tumpah. Terdapat tiga pasar tradisional yang potensial terjadi pasar tumpah pada saat arus mudik. Yaitu pasar tumpah di Pasar Payaman, Pasar Muntilan, dan Pasar Salam. Guritno mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada para pedagang agar tidak menggunakan badan jalan untuk berjualan. Untuk mengantisipasi keamanan di daerah rawan kriminalitas, kepolisian bekerjasama dengan Babinkamtimbas di daerah setempat.
Sementara prediksi puncak arus mudik Lebaran 2012 ini, kata Guritno, diperkirakan akan mulai terjadi pada H-3 lebaran. Petugas sudah siap di pos masing-masing untuk menjaga kelancaran para pemudik dari Jakarta dan luar kota lainnya yang akan pulang kampung. Ketua GP Ansor Kabupaten Magelang, Chabibullah mengatakan, pihaknya juga ikut membantu kepolisian untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran serta libur Lebaran. Sebanyak 250 anggota Ansor diterjunkan untuk pengamanan tersebut yang bertempat di pos pam yang ada.
“Kami mendirikan dua pos pam yang akan dihuni sebagian petugas jaga dari Ansor, yaitu di Secang dan Muntilan. Sedangkan sebagian petugas jaga yang lain akan bergabung dengan pos pam polisi yang ada,” jelasnya.
Di pos pam Ansor di Secang dan Muntilan, lanjutnya, pihaknya menyediakan fasilitas bagi para pemudik. Di antaranya fasilitas layanan informasi, layanan kesehatan, dan lainnya untuk memperlancar arus mudik
