Pemrov Jateng Sidak Daging Jelang Lebaran
menemukan pedagang yang menjual daging gelonggongan dan hati busuk di sejumlah pasar trasidisional.
Tim tersebut melakukan sidak ke pasar-pasar sekitar pukul 03.00. Sambil membawa alat pengukur kadar air dalam daging, petugas menyisir pedagang daging di Pasar Legi, Pasar Nusukan, dan Pasar Kleco. Temuan aneh petugas terjadi di Pasar Nusukan. Petugas menemukan daging yang sengaja diselimuti bedcover (selimut) kusam dan kotor di Warung Daging Mbak Dwi, belakang pasar Nusukan.
Daging itu disembunyikan di dalam rumah, tak diletakkan diatas lapak bersama daging lainnya. "Kemungkinan ini daging gelonggongan. Sengaja daging diletakkan diatas selimut agar air yang menetes tak terlihat," kata Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Provinsi Jawa Tengah M Hamam, Jumat (10/8). Saat petugas memeriksa daging dan selimut terasa sangat basah oleh air.
"Jelas ini daging gelonggongan. Tapi daging semi gelongongan karena kadar airnya tak begitu tinggi. Namun tetap merugikan konsumen," kata Hamam. Daging semi gelonggongan yang ditemukan tersebut hanya sekitar 2 kilogram. Padahal dalam surat ijin yang ditunjukkan pada petugas, berat daging yang diambil dari Boyolali tersebut sebanyak 25 kilogram. Petugas menduga, daging semi gelonggongan lainnya sudah laku terjual.
Pujianto, si penjual daging mengaku tahu jika daging yang dijual mengandung banyak air. Pria berjambang ini beralasan tak tahu menahu karena saat daging tiba, kondisinya memang seperti itu. Ia menjual daging tersebut Rp 59 ribu per kilogram, jauh dari harga normal yakni kisaran Rp 70 ribu per kilogram. "Meski basah, daging ini kualitasnya bagus. Sebagain daging saya dapatkan dari penjual lain," katanya mengelak.
Di Nusukan, petugas juga menemukan 3 kilogram daging ayam tiren. Sementara di Pasar Legi, petugas juga menemukan daging serupa sebanyak 5 kilogram. Petugas curiga karena di dekat daging yang dijual pedagang terdapat banyak gombal (kain lap). Setelah diperiksa, daging tersebut mengandung cukup banyak air. Namun saat dimintai keterangan, pedagang tersebut diam-diam pergi dan kabur dari petugas.
Di Pasar Sidodadi atau Pasar Kleco, petuga menemukan sebanyak 1,7 kilogram hati sapi yang diketahui telah membusuk. Petugas lalu menghancurkan hati yang tak layak konsumsi tersebut agar tak dijual oleh si penjual. “Para pedagang yang menjual daging gelonggongan dan hati busuk itu lantas didata dan diberikan peringatan. Jika kedapatan melakukan pelanggaran lagi akan ditindak tegas,” kata Wenny Ekayanti, Kepala Dispertan Solo. (dik)