Mobil Terguling-guling Keluar Parit
Tribun Jateng - Minggu, 12 Agustus 2012 18:48 WIB
Share |
Kecelakaan_Tol_Semarag.jpg
Sebuah kecelakaan maut terjadi di jalan Tol Jatingaleh-Kaligawe atau jalan Tol Muktiharjo kilometer 10,8 Km sekitar pukul 06.00, Minggu (12/8/2012) pagi tepatnya di ruas tol seksi C jalur A.
Laporan  Wartawan Tribun Jogja / Bhakti Buwono

TRIBUNJATENG .COM SEMARANG,  - Sebuah kecelakaan maut terjadi di jalan Tol Jatingaleh-Kaligawe  atau jalan Tol Muktiharjo kilometer 10,8 Km sekitar pukul 06.00, Minggu (12/8/2012) pagi tepatnya di ruas tol seksi C jalur A. Mobil staf ahli wali kota, Harini, bermerk kijang innova hitam berpelat nomor H 56 A terguling hingga mengakibatkan tiga penumpangnya tewas yaitu Rio Rifki (pengemudi), Arviko akbar maulana (16),Bayu kurnia  (16). Seluruhnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 9 Semarang yang berencana rekreasi ke Pantai Marina usai Sahur On The Road.

"Kami ada tiga mobil, kebetulan sebelum berangkat saya milih naik mobil temen saya di deretan paling belakang. Kami hendak ke Marina," kata Oka Trisnanda (16), anak pengguna mobil berplat merah itu di ruang pemulasaraan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi.

Mobil pelat merah H 56 A itu merupakan digunakan Harini staff ahli walikota bidang pembangunan ‎yang sempat mencalonkan diri bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mobil itu dikendarai oleh tujuh pelajar SMA yaitu pengemudi Rio Rizki (MD),  Tasya audita natasha fira (, m Ilham Fajar Mukti, Imelda Oktaviani, Dani rahardian mulyadi, Bayu Kurnia (MD), Arvico akbar (MD). Tidak ada anak dari pemilik mobil itu alias digunakan oleh teman Oka.

Kejadian itu bermula  kendaraan Melaju dari arah jatingaleh menuju ke pintu tol gayamsari. Kemudian di Km 10.6 terdapat jalan menikung ke kanan. Mobil yang dikendarai Rio, hendak mendahului truk dari sebelah kanan. Saat menyailp itulah sopir  tidak bisa menguasai kemudi kemudian oleng ke kiri, terguling hingga masuk ke parit sedalam dua meter di Km 10.8.

Tidak berhenti sampai di situ, kecepatan yang diperkirakan lebih dari 100 kilometer perjam membuat parit tidak cukup untuk menghentikan lajunya. Mobil itu terpental keluar lagi dari parit dan masih terguling puluhan meter. Barulah setelah itu mobil berhenti.

Oka menambahkan, bersama belasan temannya, ia lupa pastinya hendak berekreasi ke Pantai Marina. Rencana itu muncul usai melakukan Sahur On the Road keliling Semarang dini hari.

"Semalam kami sekumpulan membagi-bagikan sahur ke warga yang tidak mampu di rute Jalan mataram-tawang-pahlawan-taman KB," katanya.

Ia mengatakan kegiatan itu bukan program sekolah namun kumpulan komunitasnya. Maksudnya adalah sekadar kegiatan bersama teman-teman akrabnya. Selama sahur on the road, sebenarnya siswa kelas XI IPA 5 SMA 9 Semarang itu ikut mobil dinas ibunya. Selesai kegiatan pukul 04.00, mereka pun istirahat di rumahnya di perumahan Setiabudi, Banyumanik,

Sekitar pukul 06.00 bersama teman-temannya, muncullah ide untuk menghabiskan waktu di pantai Marina. Saat itulah, entah kenapa Oka memilih mobil milik temannya yang berjalan paling akhir. Iring-iringan mobil menuju pantai Marina adalah mobil innova miliknya yang dikemudikan Rio Rizki, lalu toyota Yaris dan toyota Vios.

"Saat itu saya bilang santai saja, tidak usah ngebut kan mau rekreasi. Terus Rio yang ada di depan sempat nyepin ban mobil lalu lari duluan," kata Oka terisak.

Selang lima menit, ketika berada di tol Km 10.8, ia melihat mobil dinas ibunya sudah dalam keadaan terbalik. Semua roda berada di atas. Teman-temannya masih di dalam. "Saya tidak sadar awalnya, tapi begitu saya perhatikan ternyata benar," ucapnya.

Tidak lama petugas Senkom Tol Jasa Marga Semarang langsung melakukan pertolongan pertama. Rombongannya sempat berusaha menolong meski lalu diambil alih petugas. Seluruh korban segera dievakuasi ke rumah sakit islam Sultan Agung dan RSUP dr Kariadi. Di tempat kejadian Arviko Akbar (16) warga Perum Bukit Kencana Jaya Semarang serta Bayu kurnia (16) warga Jalan Gaharu Barat Dalam 4/247 Semarang tewas di tempat. Sedangkan Rio Rizky (16) tewas dalam perjalanan.

Kecelakaan maut yang menewaskan tiga siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 9 Semarang yang menggunakan mobil dinas staf ahli wali kota Semarang langsung ditanggapi plt wali kota Semarang Hendrar Prihadi. Melalui pesan singkat kepada wartawan, Hendrar angkat bicara.

Hendrar mengatakan kasus penggunaan plat merah di luar tugas kedinasan hingga menyebabkan korban jiwa membuatnya akan mengkaji lagi tentang penggunaan mobil dinas. Untuk sanksi atau tindakan administratif pihaknya belum bisa memutuskan.

"Belum diputuskan sanksi atau tindakan administratif kepada pemegang mobil dinas tersebut. Akan kami kaji lagi ijin penggunaan mobil dinas yang bersangkutan," kata Hendrar dalam pesan singkatnya.

Adapun Kasat Lantas Restabes Semarang AKBP Jaladri menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman terkait kasus itu. Baik barang bukti maupun nama saksi untuk diperiksa sudah di tangannya.

"Barang Bukti dan saksi-saksi dibawa ke satlantas Restabes semarang guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Kasat Lantas Restabes AKBP Jaladri.

Ia memastikan sopir tidak memilik SIM. Lalu, kecepatan di atas 100 kilometer per jam. Selain itu, pihaknya juga akan menyelidiki siapa yang memberikan kendaraan tersebut sehingga digunakan anak di bawah umur. (bbb)

Pengemudi : Rio Rizki Indo Bagus Pamungkas, 17, Jalan Cakra No 8 Srondol, Semarang (meninggal dunia)
sebelah sopir : Tasya Audita, 16, villa mulawarman kapling 33 rt. 7 rw 2, kelurahan jabungan banyumanik.
Tengah : Dani Radadian warga Padang, M Ilham Fajar (16) warga  Jalan Rawa Sakti II/9 Jeulingke Aceh,  serta Imelda Oktaviani (16) warga Villa Mulawarman Kapling 12 rt 7 rw 2, kelurahan Jabungan, banyumanik
Belakang : Dimas Arvico Akbar warga Perum bukit kencaba Semarang (meninggal dunia), Bayu Kurnia warga Gaharu Barat Dalam IV 247 Semarang (meninggal dunia)

Oka Pindah Mobil Sebelum Kecelakaan

 Kematian tiga siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Semarang itu langsung membuat ruang pemulasaraan jenazah RSUP dr Kariadi dipenuhi teman-teman korban. Isak tangis teman-teman korban hingga orangtua korban mendominasi suasana di sana. Anak pengguna mobil dinas H 56 A, Oka Trisnanda yang berbeda mobil juga menangis. Menumpahkan kesedihannya.

"sebelum berangkat saya sempat ngobrol dengan Arvico, ia tanya ke saya mau naik mobil mana innova atau Vios. Waktu itu saya bilang vios, padahal sepanjang sahur on the road saya semobil dengan dia di Innova. Saya juga tidak tahu kenapa saya pindah," kata Oka dengan mata sembab.

Ia tidak percaya kejadian itu begitu cepat menimpa diri sahabatnya. Ia sendiri mengenang sosok sahabatnya itu sebagai teman yang baik. Setiap ia butuh, Vico selalu ada di sampingnya.

Yusuf, teman korban lainnya, Bayu Kurnia  juga mengenang korban dengan keaktifannya berorganisasi. Bahkan, pada Mei 2012 lalu Bayu turut menjadi panitia pensi di sekolahnya. Anaknya juga ramah dan mudah bergaul.

Sementara itu staf ahli bidang pembangunan Harini Kristiani sejak pagi tidak bisa dihubungi. Ketika wartawan berusaha menelepon ponselnya, nomernya tidak aktif. Informasi terakhir, Harini dan anaknya sedang diperiksa di kantor Satlantas Semarang. (bbb)