Suasana Sekitar Penembakan Sempat Terekam CCTV
Tribun Jateng - Sabtu, 18 Agustus 2012 07:03 WIB
Share |
CCTV.jpg
TRIBUNJATENG.COM SOLO, - Di perempatan Gemblekan, lokasi Pos Pengamanan (Pospam) 05 Gemblekan yang menjadi sasaran penembakan sebenarnya terdapat circuit closed televisi (CCTV). Namun saat peristiwa terjadi, CCTV yang dikendalikan dari kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) tersebut tak sedang menyorot ke lokasi penembakan.


Menurut Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajat, kamera memang sengaja diarahkan ke selatan untuk memantau arus lalu lintas yang masuk Solo. Sebab dari arah tersebut, memang merupakan jalur bagi kendaraan-kendaraan dari Wonogiri dan sekitarnya. "Memang sengaja kamera diarahkan ke selatan untuk memantau kendaraan yang masuk Solo. Diarahkan ke barat (jalan Veteran) kalau untuk mengamati arus kendaraan yang keluar Solo," kata Yosca.

Namun meski menghadap ke selatan, CCTV sempat merekam suasana sekitar pospam saat terjadi penembakan.  Dari rekaman tersebut terlihat jelas sejumlah pengendara yang kebingungan saat melintas di depan pospam. Hampir semua pengendara melaju pelan dan mengarahkankan pandangan ke pospam. Beberapa pengendara ada yang berhenti untuk mendekat namun urung menuju ke pospam.

Hal yang sama juga dilakukan oleh dua pedagang angkringan yang sedang mendorong gerobak. Pedagang tersebut sempat berhenti untuk menyaksikan kejadian di pospam namun kembali berjalan kearah selatan. "Mungkin para pengendara tersebut melihat aksi penembakan. Sebab awalnya kendaraan melaju kencang, namun saat jam kejadian laju kendaraan jadi melambat dan pengendara melihat kearah pospam," kata Herman.

Sedangkan rekaman CCTV yang berada di sebelah utara Pospam, yakni di perempatan Nonongan, sempat merekam pengendara motor yang memiliki ciri-ciri mirip pelaku penembakan yang menuju jalan Slamet Riyadi. Ciri-ciri itu yakni dari warna helm yang digunakan, warna jaket, postur tubuh pelaku, dan berboncengan. CCTV itu berada sekitar 400 meter sebelah utara lokasi kejadian. Dari monitor juga terlihat pemboceng motor seperti menyembunyikan sesuatu dibalik jaket. Tangannya merogoh ke bagian dalam jaket, sedang membenarkan sesuatu benda.

Wali Kota Solo, Joko Widodo menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada polisi untuk melakukan penyelidikan. Pria yang akrab disapa Jokowi ini tak mau menduga-duga penembakan itu untuk membuat buruk citra Solo yang telah sukses melakukan meloloskan mobil Esemka lolos uji emisi. Termasuk agar citranya menjadi buruk jelang Pilkada DKI Jakarta putaran II mendatang. "Jangan menduga seperti itulah. Saya yakin ini murni kriminal dan biarkan polisi untuk bekerja mengusut," katanya.

Jokowi pun menghimbau seluruh warganya untuk tak terpengaruh terhadap penembakan itu. Ia yakin kota yang telah dipimpin bersama Wakil Wali Kota FX Hadi Rudyatmo selama dua periode ini tetap aman. Jokowi juga tak khawatir para pemudik akan takut mampir ke Solo untuk mampir atau berlibur. "Tidak, saya yakin tidak akan berpengaruh orang untuk berkunjung ke Solo. Sebab aparat keamanan akan memberikan jaminan keamanan pada masyarakat," ujar Jokowi. (dik)