A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pandai Besi Nyatakan Harga Bahan Baku Naik - Tribun Jateng
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribun Jateng

Pandai Besi Nyatakan Harga Bahan Baku Naik

Kamis, 6 September 2012 17:19 WIB
Pandai Besi Nyatakan Harga Bahan Baku Naik
Pandai besi


TRIBUNJATENG .COM  GUNUNGKIDUL, - Sejumlah pandai besi di dusun Kajar, Karangtengah, Wonosari, menyatakan adanya kenaikan harga bahan baku. Kenaikan harga bahan baku berupa besi tersebut dirasakan sejak menjelang lebaran. Sementara, harga barang yang mereka hasilkan seperti sabit, garu dan gathul tetap tidak mengalami kenaikan.

“Sekarang harga besi bekas per kilogramnya sudah mencapai Rp 7500 dan terus menerus naik,” jelas salah satu pandai besi, Tugino kepada Tribun Jogja, Kamis (6/9/2012).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan itu terus dialami selama beberapa waktu. Harga besi per kilogram, sempat mencapai Rp 6 ribu. “Namun, saat mau lebaran juga mengalami kenaikan,” ujar warga Kajar I, Karangtengah, Wonosari ini.

Selama proses produksi, Tugino mengaku menghabiskan sebanyak dua karung arang, sebagai pelebur bijih besi. Sementara, untuk proses produksi, ia juga menghabiskan sekitar 45 kilogram besi bekas perharinya.

“Yang menjadi kendala saat ini, harga besi naik dan upah tenaga naik namun harga jual alat tetap,” jelas pandai besi yang telah puluhan tahun bekerja ini.

Terkait dengan produksi alat, Tugino mengaku mampu membuat  alat pertanian sebanyak 40 biji perharinya.  Alat tersebut terdiri dari sabit, gathul dan garpu. “Pesanan paling banyak di daerah Delanggu,  dan Prambanan, Klaten. Kami mengirimnya setiap pasaran Legi,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu buruh pandai besi, Suwarno (44) menjelaskan bahwa untuk harga sebuah Garpu mencapai 15 ribu, sementara untuk sebuah sabit mencapai Rp 20 ribu, dan gatul Rp 10 ribu. “Harganya masih tetap dan memang harga bahan baku mengalami kenaikan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa proses produksi, setiap harinya dimulai sejak pukul 07.00-17.00. Pekerjaan menjadi buruh pandai besi, dirasakannya sangat berat. Diapun mengaku jika sedang bekerja, tetap menggunakan pengaman seadanya. (ais)
 



Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
8998 articles 92 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas