Kecelakaan Bus Tewaskan Dua Mahasiswa Undip
Acara wisata dan seminar puluhan calon dokter yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kedokteran Islam Indonesia berakhir duka.
TRIBUNJATENG.COM PURWOKERTO, - Acara wisata dan seminar puluhan calon dokter yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kedokteran Islam Indonesia berakhir duka. Bus Raharjo bernomor polisi AB 2586 AC yang mengangkut 27 mahasiswa mengalami kecelakaan di jalur Baturaden- Kota Purwokerto, di Desa Rempoah, Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2012).
Hingga pukul 21.00,WIB sedikitnya lima orang tewas. Dua di antaranya mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Sedangkan tiga lainnya, masing-masing sopir bus, pengendara dan pembonceng sepeda motor. Sebagian besar penumpang bus mengalami luka-luka.
Bus nahas itu mengangkut mahasiswa dari Unit Kerohanian Islam atau Rohis 15 kampus di Indonesia. Ketua Rohis FKIK Unsoed, Faid, delegasi mahasiswa dari 15 Universitas itu hadir di Purwokerto karena memenuhi undangan Rohis FKIK Unsoed yang mengadakan Seminar Nasional Antibiotik Delapan, Minggu (4/11/2012) di Gedung Rudiro, Unsoed.
Dalam seminar itu, lebih dari 100 mahasiswa kedokteran yang hadir, baik dari FKIK Unsoed maupun delegasi mahasiswa dari Universitas lain. Setelah seminat selesai pukul 13.00, sejumlah mahasiswa study Tour ke Baturraden. "Selepas acara, 27 mahasiswa menumpang bus RHJ dan beberapa lainnya menggunakan mobil sendiri dan ada juga yang menggunakan motor untuk ke Baturraden," kata Faid.
Kasat Lantas Banyumas, AKP Chalid Mawardi menjelaskan, kecelakaan itu melibatkan bus, mobil Panther bernompol R 85 69 SB, motor dinas Supra Fit R 9973 EH (Pengendara meninggal), Yamaha MIO bernopol R 4986 JA, pohon palm dan taman penjual bunga.
Saat itu bus melaju di jalun menurun, dari Lokawisata Baturraden menuju Kota Purwokerto. Sebelum kecelakaan, bus sudah terlihat oleng, hingga kemudian menabrak tembok warung di sebelah Indomaret Rempoah.
"Kecelakaannya ngeri dan parah. Bus oleng dan menabrak mobil Panther dna sepeda motor. Kurang lebih satu kilometer baru berhenti setelah menabrak tiga pohon palem dan taman penjual bungah," kata warga Rempoah, Nugroho, Minggu sore.
Saat berhenti dan sejumlah warga bersiap melakukan evakuasi, mereka dikagetkan suara bus yang meraung dan bagian belakang mengeluarkan asap putih. Mereka menyangka bus akan meledak. "Awas bise arep meledak, gagian mlayu (awas bus mau meledak, cepat lari)," teriak sejumlah warga.
Sontak warga di sekitar lokasi pun berhamburan menyelamatkan diri, beberapa warga berusaha memadamkan bagian belakang bis dengan alat seadanya. Beruntung mesin dapat segera dimatikan sehingga proses evakuasi dapat kembali berlanjut.
Evakuasi supir bus berjalan cukup menengangkan, sejumlah warga berusaha menolong supir yang terjepit di antara kuris depan bus. Sekitar 20 menit kemudian, sopir baru bisa dikeluarkan.
Korban luka-luka kemudian dilarikan ke RS DKT Wijayakusuma. "Kita masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan," kata AKP Chalid. Dugaan kuat, bus tersebut oleng lantaran rem blong.
Sekitar pukul 20.00 WIB , ruang instalasi pemulasaraan jenazah atau kamar mayat RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto terlihat ramai. Keluarga dan kerabat korban berdatangan untuk melakukan identifikasi jenazah yang belum diketahui identitasnya.
Di depan ruangan yang tertutup, tiga orang mahasiswa terlihat serius menyimak penjelasan petugas. Tak lama, mereka terdengar suara tangis haru. "Ada dua kawan dari mahasiswi Fakultas Kedokteran Undip yang menjadi korban. Orangtua mereka sedang berhaji, kasihan," kata salah seorang dari mereka.
Dua mahasiswa itu berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, masing- masing Novilia Lutfiatul Khoiriyah (19), warga Bukit Jaya Pelalahan Riau dan juga Esti Nuha Ilmazaki (18) warga Jalan Cendana 19 A Bekasi.
Menurut teman korban di Fakultas Kedokteran Unsoed, Ari (19), Esti sempat berkirim pesan pada temannya, pukul 16.14 WIB. "SMS-an, janjian mau beli oleh-oleh bareng," kata mahasiswa angkatan 2011 ini.
Namun, ternyata di tunggu-tunggu sampai pukul 16.30 WIB, pesan itu tidak berbalas, sampai ia mendengar berita kecelakaan yang menimpa temannya itu.
Selain di kamar mayat, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS DKT Wijayakusuma, Minggu malam juga terlihat ramai. Bupati Banyumas, Mardjoko terlihat membesuk korban yang dirawat di rumah sakit TNI AD itu.
Rektor Unsoed Purwokerto, Prof Edhy Yuwono kepada mengatakan akan mengurus semua biaya perawatan dan pemulangan jenazah ke tanah kelahiran korban di Bekasi dan Riau.