Selasa, 25 November 2014
Tribun Jateng

Seribu Gambar Gesang Hiasi Ngarsopuro

Minggu, 10 Maret 2013 14:46 WIB

Seribu Gambar Gesang Hiasi Ngarsopuro
TRIBUN JOGJA/ Ikrob Didik Irawan
- Sekitar seribuan gambar maestro musik keroncong Gesang menghiasi kawasan Ngarsopuro, Minggu (10/3/2013). Gambar-gambar itu adalah karya mahasiswa ISI Solo dari Fakultas Sastra dan Seni Rupa dan Desain jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Seribu Gambar Gesang Hiasi Ngarsopuro


TRIBUNJATEMG .COM  SOLO,  - Sekitar seribuan gambar maestro musik keroncong Gesang menghiasi kawasan Ngarsopuro, Minggu (10/3/2013). Gambar-gambar itu adalah karya mahasiswa ISI Solo dari Fakultas Sastra dan Seni Rupa dan Desain jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Gambar dimaksudkan untuk mengapresiasi karya Gesang yang telah terkenal hingga ke penjuru dunia. Sebab Senin (11/3), akan diperingati seribu hari meninggalnya pencipta lagu Bengawan Solo tersebut. Karya para mahasiswa tersebut berupa ilustrasi, karikatur, komik, sketsa, dan berbagai bentuk visual lainnya.

Karya-karya tersebut dicetak pada selembar kertas ukuran A4. Selain berukura kecil, ada pula karya visuan berukuran besar sekitar satu meter. "Jumlah mungkin sekitar seribuan lembar. Saya sendiri mengumpulkan sekitar sepuluhan gambar hasil karya sendiri," kata Silvi, salah seorang mahasiswa DKV yang sibuk menata kertas-kertas untuk dipamerkan di Car Free Day (CFD) jalan Slamet Riyadi.

Gambar-gambar berukuran kecil di gantung pada tali plastik yang diikatkan bertingkat. Sementara poster berukuran besar di letakkan berdiri di tengah jalan. Tak butuh waktu lama setelah karya-karya itu dipasang, pengunjung CFD yang yang memadati Ngarsopuro langsung berdatangan. Salah satu karya Silvi yang unik adalah karikatur Gesang yang sedang mengarungi Bengawan Solo menaiki perahu.

"Inspirasi ya dari lagu Bengawan Solo. Mungkin Mbah Gesang dulu bisa mencipatkan lagi itu hingga kondang ke seluruh dunia berawal dari naik perahu di Bengawan Solo," kata Silvi sambil tersenyum kecil. Hasil karya mahasiswa lainya adalah Gesang mengenakan belangkon, Gesang sedang rekaman di studio, hingga Gesang sedang meniup seruling. Namun sebagain besar karya mahasiswa didominasi oleh gambar wajah Gesang yang khas.

Basnendar H, Kepala Program Studi DKV mengatakan, jumlah gambar dibuat seribu karena sekaligus untuk mencocokkan dengan peringatan seribu hari meninggalnya Gesang. Lantaran tak semua mahasiswa asli Solo, ia meminta agar mereka mencari referensi dahulu baik di buku atau lewat internet sebelum menggambar. "Mahasiswa kami bebaskan untuk berekspresi. Satu mahasiswa bisa mengumpulkan 10 hingga 20 hasil karya berbeda," katanya.

Basnendar mengatakan, saat mulai dibuka sekitar pukul 06.00, dua orang keluarga Gesang yang mengunjungi CFD sempat menyambangi pameran tersebut. Keduanya adalah seorang pria paruh baya dan seorang ibu-ibu. Namun kedatangan keduanya tak lama, hanya melihat sebentar lalu berfoto dan bergegas pergi. "Walau sebentar, para mahasiswa cukup senang karena karya mereka dilihat langsung oleh keluarga Mbah Gesang," katanya. (dik)

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas