A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kapal Pengangkut Karyawan PT Kalamur Tenggelam di Mahakam - Tribun Jateng
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 22 Juli 2014
Tribun Jateng

Kapal Pengangkut Karyawan PT Kalamur Tenggelam di Mahakam

Rabu, 17 April 2013 21:27 WIB
Kapal Pengangkut Karyawan PT Kalamur Tenggelam di Mahakam
KOMPAS.COM
Peta Mahakam

TRIBUNJATENG.COM, SAMARINDA - Sebuah kapal pengangkut karyawan milik PT Kalamur di Loa Buah, Samarinda, Kalimantan Timur, tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Rabu (17/4/2013) sekitar pukul 17.30 Wita.


Peristiwa naas ini terjadi saat kapal mengangkut karyawan yang pulang kerja di PT Kalamur dan PT Melapi Timber. Puluhan karyawan tersebut pulang pukul 17.00. Kejadian ini mengagetkan warga di Kelurahan Simpang Tiga, Loa Janan Ilir, Samarinda.


Ribuan warga berbondong-bondong memadati Dermaga PT Kalamur dan Dermaga PT Melapi Timber.


Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun dari saksi mata yang merupakan pekerja borongan PT Kalamur yang ikut di kapal tenggelam itu, kapal naas itu memuat sekitar 50 karyawan dan pekerja borongan yang hendak pulang seusai bekerja.


"Kapalnya tenggelam saat berada di tengah sungai. Awalnya, bagian depan kapal dimasuki air karena kelebihan muatan di depan. Saat itu, ada 10 orang yang duduk di bagian depan kapal, jadi memang agak berat di depan,” ujar Aksa, saksi, kepada Tribun.


Kondektur kapal, kata Aksa, sudah berteriak meminta sebagian karyawan yang duduk di depan agar pindah tempat duduk di belakang. Namun, karyawan tidak cepat mengindahkan. "Kemudinya sudah berteriak meminta tolong jangan banyak duduk di bagian depan kapal," tutur Aksa.


Hingga pukul 18.00 Wita, dari sekitar 50 penumpang kapal, sebanyak 17 orang sudah dipastikan selamat, sedangkan sebagian lainnya masih dalam pencarian dan pendataan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana dan pihak kepolisian.


Hingga berita ini diturunkan, petugas Badan Penanggulangan Bencana, pihak kepolisian setempat, dan Orari Samarinda masih mencari korban di perairan Sei Mahakam. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal ketinting hingga ke arah kolong Jembatan Mahulu. (*)

 
Editor: rustam aji
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas