• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribun Jateng

Baju Motif Thailand Diminati di Semarang

Sabtu, 4 Mei 2013 17:19 WIB
Baju Motif Thailand Diminati di Semarang
Tribun Jateng/Puthut Dwi Putranto
MOTIF THAILAND- Seorang peserta di Event Semarang International Batik and Craft Center menunjukkan baju dan pernik-pernik khas Thailand di stand Rumah Mendhut milikinya, di Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (04/5/2013). Baju khas Thailand ramai diburu warga Semarang.
Laporan Reporter Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto Nugroho


TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Ada yang cukup unik dan menarik perhatian pengunjung dalam event Semarang International Batik and Craft Center yang di adakan di Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, 3 – 5 Mei 2013.

Sebuah stan berukuran 2,5 x 3 Meter terlihat ramai dikunjungi pengunjung. Rumah Mendhut namanya, stan milik Hadi (31) itu menawarkan produk baju, tas dan hiasan bermotif khas dari Thailand. Aneka ragam dagangan khas Thailand yang dia jual cukup mencolok, bentuk dan coraknya yang unik menjadikan Stan milik Hadi tersebut dipadati pengunjung.

"Lumayan laris sih mas, semalam sudah laku 10 baju dan 2 tas. Berdasarkan pengalaman, setiap ada Event di Semarang, dagangan selalu laris diburu pembeli yang tak lain warga Semarang sendiri," kata Hadi kepada Tribun Jateng, Sabtu (04/5/2013).

Hadi yang mendatangkan langsung dagangannya dari Thailand itu menuturkan, Dia mengikuti Event tersebut agar usahanya semakin lama dapat dikenal khususnya oleh warga Semarang. Diakuinya, dia cukup antusias mengikuti Event-event semacam ini lantaran animo warga dan respon mereka yang baik.

"Acara seperti ini harus sering-sering diadakan, setidaknya UMKM di Semarang dapat dikenal khalayak luas," kata Hadi yang membuka butik motif Thailand, di Jalan Pusponjolo Barat Raya, Semarang itu.

Hadi membanderol harga Baju-baju khas Thailand Rp 200 ribu - Rp 400 ribu, sedangkan untuk Tas khas Thailand Rp 150 ribu – Rp 325 ribu.

Public Relations Kampoeng Semarang, Yuni Dwi Jayanti, mengatakan, even yang diadakan oleh Kampoeng Semarang dengan didukung oleh World Craft Council – Asia Pacific Region (WCC-APR), Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah  itu diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Jawa Tengah.

"Acara diadakan di dua tempat yang berbeda, yakni di Kampoeng Semarang dan Kota Lama dan diikuti oleh 28 peserta," ujar Yuni.
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribun Jateng
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
42523 articles 92 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas