• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribun Jateng

Terduga Teroris Lampung, Dari Guru sampai Tukang Bakso

Jumat, 10 Mei 2013 22:33 WIB
Terduga Teroris Lampung, Dari Guru sampai Tukang Bakso
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Anggota Densus 88 mendekati rumah kontrakan yang berisi empat orang terduga teroris saat terjadi baku tembak di Kampung Batu Rengat, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung, Rabu (8/5/2013). Baku tembak dan pengepungan yang terjadi dari pukul 11.00 hingga 17.15 WIB tersebut berakhir dengan 3 orang terduga teroris tewas dan 1 orang ditangkap.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA– Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri meringkus empat terduga teroris di Lampung pada Kamis (9/5/2013) dan Jumat (10/5/2013). Mereka terkait perampokan BRI Pringsewu, Lampung pada 22 April 2013 lalu yang diduga untuk mendanai aksi teror.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengungkapkan, penangkapan pertama pada Kamis (9/5/2013) malam yakni  terhadap Solihin (41) alias Abdul Latif alias Dino alias Wawan Tataan. Solihin berperan melakukan survei tempat perampokan dan mengambil brangkas. Solihin yang berprofesi sebagai tukang sablon baju sekolah ini mendapat bagian Rp 5 juta dari hasil perampokan itu.

Dari hasil penggeledahan di rumah kontrakan Solihin di Wai Kandis, polisi menemukan alat-alat dan perlengkapan yang digunakan untuk perampokan seperti tiga baju kemeja lengan panjang, satu pisau lipat, penutup wajah, dua pasang sarung tangan, dan plastik pengikat tangan korban.

Kemudian, polisi menangkap Muhammad Ali (19) alias Andika alias Dika alias Dwi Putra Mahardika. Ali juga mendapat bagian Rp 5 juta dari hasil perampokan itu.

“Pada saat perampokan, (Ali) bertugas sebagai pengikat costumer service dengan mengancam menggunakan pisau,“ kata Boy.

Penangkapan berlanjut pada Jumat (10/5/2013) pukul 05.30 terhadap Dedy Rofaizal (42) alias Faisal alias Jaka. Dia berprofesi sebagai guru di SMKN I Lampung .  Dia mendapat bagian paling banyak di antara yang lain yakni Rp 15 juta.

“Dia sebagai pelaku perampokan BRI unit Bulukarto dan sebagai penyedia sarana dan prasarana, motor dan safe house,” ujar Boy.

Terakhir, pukul 09.30 ditangkap Abu Nabila (48) alias bang Yos. Sehari-hari, dia merupakan penjual bakso kuah keliling. Dalam perampokan itu Yos selaku pemantau di depan Polsek. Dia mendapat bagian Rp 10 juta dari hasil perampokan.

Boy mengatakan, penangkapan ini merupakan pengembangan dari terduga teroris sebelumnya yang ditangkap di Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Kendal, dan Kebumen. Total terduga teroris yang diringkus hingga saat ini sebanyak 24 orang, dan 7 orang di antaranya tewas. Keterlibatan mereka yakni ikut mengumpulkan dana untuk aksi teror.

Mereka telah beraksi  merampok Bank BRI Batang, BRI Grobokan, BRI lampung, BRI Bandung, toko emas di Tambora, Jakarta Barat, kantor pos dan giro Bandung, serta percobaan pembakaran di Pasar Glodok, Jakarta Pusat. Total hasil rampokan mereka di Bank BRI Batang, Grobokan, dan Lampung mencapai Rp 1,8 miliar.

Uang itu diduga telah digunakan untuk membeli bahan peledak, operasional dalam merencanakan aksi teror, dan melakukan pelatihan teror. Selain itu juga diduga telah digunakan untuk mendanai aksi teror di Poso. Kelompok pimpinan Abu Roban ini juga diketahui  terkait DPO teroris Santoso dan Autat Rawa, serta Abu Omar, pemasok senjata api dari Filipina.
Editor: agung yulianto
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
48414 articles 92 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas