A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Disdik Kabupaten Semarang Bantah Lakukan Pembiaran - Tribun Jateng
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Jateng

Disdik Kabupaten Semarang Bantah Lakukan Pembiaran

Rabu, 15 Mei 2013 15:03 WIB
Laporan wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN- Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Adi Prasetyo membantah, instansinya melakukan pembiaran terhadap siswa SMP yang lulus tetapi tidak melanjutkan sekolah ke SMA karena faktor ekonomi.

"Sejumlah SMP dan SMA memiliki bantuan siswa miskin (BSM) untuk membantu siswa-siswa yang kekurangan biaya. Hanya mungkin istilah bantuannya saja yang berbeda," kata Adi kepada Tribun Jateng, Rabu (15/5/2013).

Apalagi, kata dia, mulai tahun ini dana bantuan operasional sekolah (BOS) sudah merambah ke jenjang pendidikan tingkat SMA dan sederajat.

"Jadi bantuan sudah dipersiapkan untuk membantu siswa yang tidak memiliki biaya," tambahnya.

Adi menjelaskan, terkait data sebesar 3.000 siswa tidak melanjutkan sekolah karena kondisi himpitan ekonomi tersebut tidak benar.

"Data yang kami punya, sebanyak 3.000 siswa SMP itu tidak melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya di Kabupaten Semarang," kata dia.

Beberapa siswa lainnya, ada yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya karena memilih untuk bekerja. "Kami pernah meminta siswa tersebut untuk mengisi formulir mengenai rencana setelah lulus, tapi kebanyakan tidak dikembalikan formulirnya," ujarnya.

Kendati demikian, dia tidak menampik adanya siswa SMP di Kabupaten Semarang yang putus sekolah karena keterbatasan biaya.

"Data itu pasti ada, tapi kami tidak tahu jumlah pastinya berapa karena tidak dirinci sampai faktor ekonomi. Misalnya ada jumlahnya relatif sedikit," kata dia.
Penulis: raka f pujangga
Editor: agung yulianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
53373 articles 92 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas