Kenaikan BBM Diganti BLT Dinilai Berbelit
Pakar Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengkritik langkah pemerintah terkait kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.
Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: rustam aji
Laporan wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN-Pakar Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan, rencana pemerintah pusat terkait kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi dan diganti dengan bantuan langsung tunai (BLT) dinilai berbelit-belit.
"Lebih baik pemerintah membuat program dana alokasi khusus (DAK) transportasi umum daripada membuat program BLT yang jelss tidak tepat sasaran," jelasnya kepada Tribun Jateng, Minggu (19/5/2013).
Dia menambahkan, kuota BBM bersubsidi dinilai tidak akan pernah cukup karena kekeliruan dalam penataan sistem transportasi yang ketergantungan dengan kendaraan pribadi.
"Keengganan masyarakat Indonesia meninggalkan transportasi umum bukan disebabkan mereka. Tapi karena pemerintah yang salah menerapkan sistemnya," kata dia. (*)
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN-Pakar Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan, rencana pemerintah pusat terkait kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi dan diganti dengan bantuan langsung tunai (BLT) dinilai berbelit-belit.
"Lebih baik pemerintah membuat program dana alokasi khusus (DAK) transportasi umum daripada membuat program BLT yang jelss tidak tepat sasaran," jelasnya kepada Tribun Jateng, Minggu (19/5/2013).
Dia menambahkan, kuota BBM bersubsidi dinilai tidak akan pernah cukup karena kekeliruan dalam penataan sistem transportasi yang ketergantungan dengan kendaraan pribadi.
"Keengganan masyarakat Indonesia meninggalkan transportasi umum bukan disebabkan mereka. Tapi karena pemerintah yang salah menerapkan sistemnya," kata dia. (*)