Jelang Waisak 2557
Umat Buddha Diminta Seperti Sifat Air
Rangkaian perayaan Hari Tri Suci Waisak 2557 BE/2013, memasuki pada tahapan ritual pengambilan air berkahdari Mata Air Jumprit (Umbul Jumprit).
Penulis: m nur huda | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG – Rangkaian perayaan Hari Tri Suci Waisak 2557 BE/2013, memasuki pada tahapan ritual pengambilan air berkahdari Mata Air Jumprit (Umbul Jumprit) di lereng Gunung Sindoro, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jumat (24/5).
Prosesi pengambilan air tersebut, diawali dengan ritual Puja Bhakti di Altar Umbul Jumprit secara bergiliran sesuai Sangha masing-masing.Selanjutnya, para bhiksu mengambil air dengan gayung di sumber mata air atau Sendang Manik Moyo itu, kemudian dimasukkan ke dalam kendi.
Air dalam Kendi selanjutnya dibawa ke Altar Umbul Jumprit untuk didoakan. Usai ritual di komplek Umbul Jumprit, air tersebut kemudian dibawa dengan cara berkonvoi menuju Candi Mendut Kabupaten Magelang, untuk disemayamkan selama satu malam.
Mata air Jumprit ini sendiri berada di kawasan dengan ketinggian sekitar 2.100 meter dari permukaan laut, dan berjarak sekitar 26 kilometer arah barat laut dari Kota Temanggung.(*)