Pilgub Jateng
Perang Sengit di Solo Raya
Beberapa jam menjelang pencoblosan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng)
Tayang:
Editor:
agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa jam menjelang pencoblosan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng), hari ini, peta perolehan suara masing-masing kandidat mulai terlihat. Khusus untuk daerah Solo Raya, pertarungan sengit tiga pasangan akan berlangsung hingga detik terakhir.
Ketua Tim Pemenangan Pasangan Cagub nomor 1, Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don), Agus Supriadi tidak menampik soal pertarungan sengit di Solo Raya (Solo, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Saragen).
Karena merupakan tempat asal masing-masing calon, mereka pun akan berjuang mati-matian untuk memenangkan pertarungan di Solo Raya. Agus menyebut, meski hampir semua kabupaten di Solo Raya merupakan lumbung PDIP, namun mesin partai Gerindra dan partai lain pendukung HP-Don berjalan cukup efektif. Sehingga, pertarungan bakal berlangsung seru.
Ketua Tim Pemenangan Pasangan Cagub nomor 1, Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don), Agus Supriadi tidak menampik soal pertarungan sengit di Solo Raya (Solo, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Saragen).
"Menurut saya yang seru di Klaten. Di sana tempat asal pak Hadi, Pak Bibit dan basisnya Mas Ganjar. Di sana merupakan tempat perebutan prestise," kata Agus, yang juga sekretaris DPD Gerindra Jateng itu kepada Tribun Jateng, Sabtu (25/5/2013).
Menjadi kawasan prestisus, lanjut Agus, karena di wilayah itulah, tiga calon gubernur berasal. Hadi adalah putra kelahiran Klaten, demikian juga Bibit. Sedangkan Ganjar merupakan putra kelahiran Karangnyar.
Karena merupakan tempat asal masing-masing calon, mereka pun akan berjuang mati-matian untuk memenangkan pertarungan di Solo Raya. Agus menyebut, meski hampir semua kabupaten di Solo Raya merupakan lumbung PDIP, namun mesin partai Gerindra dan partai lain pendukung HP-Don berjalan cukup efektif. Sehingga, pertarungan bakal berlangsung seru.
Ketua tim pemenangan Cagub-Cawagub Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo (Bissa), Wahyu Kristanto juga sepakat bila Solo Raya menjadi Beattle Ground (pusat peperangan) ketiga kandidat.
"Kekuatan politik (di Solo Raya) pun nyaris sama, mulai dari permukaan hingga akar rumput," kata Wahyu.
Meski kawasan itu menjadi basis PDIP, Tim pemenangan Bissa yang diusung Demokrat, Golkar dan PAN ini berkeyakinan tetap bisa berbuat banyak. Alasan Wahyu, sosok Bibit yang putra asli Klaten itu, cukup dikenal warga di Solo Raya.
Demikian juga dengan Sudjiono, sudah cukup dikenal warga Solo Raya karena di kawasan itu banyak alumni Universitas Negeri Semarang (Unnes).
"Pada kader, simpatisan dan tim sukses kami di sana (Solo Raya) bekerja maksimal untuk memenangkan pertarungan,” jelas ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jateng itu.
Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan, juga merasa sangat optimistis memenangi pertarungan di Solo Raya. Meski begitu, ia tidak menyangkal bila untuk bisa unggul harus bertarung cukup sengit.
Meski kawasan Solo Raya adalah basis PDIP, Ganjar menyebut perjuangannya di kawasan itu cukup berat. Di tahap awal kampanye, ia merasa tidak banyak yang mendukungnya. Namun, di hari-hari terakhir kampanyenya, suaranya cukup signifikan dan yakin bisa menang. "Akan ada kejutan besok (hari ini). Tunggu saja," ujar Ganjar. (dse/wok/bbb)