Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Jateng

BI: Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Naik

Senin, 27 Mei 2013 14:02 WIB

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berbeda dalam penentuan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terhadap inflasi. BI memerkirakan nilai inflasi lebih tinggi dibanding perkiraan pemerintah.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, inflasi akan semakin tinggi bila pemerintah jadi menaikkan harga BBM bersubsidi pada pertengahan Juni mendatang. "Inflasi tahunan akan mencapai 7,76 persen," kata Agus saat Rapat Kerja RAPBN Perubahan dengan Komisi XI DPR Jakarta, Senin (27/5/2013).

Nilai inflasi ini lebih tinggi dari perkiraan pemerintah sebesar 7,2 persen. Namun BI dan pemerintah sepakat soal dampak inflasi akan terasa dalam 5-6 bulan setelah pemberlakukan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Agus memerkirakan dengan kenaikan harga BBM akan memberikan tambahan inflasi sepanjang 2013 sebesar 2,46 persen. Untuk kontribusi inflasi yang terbesar dari kenaikan harga premium sebesar 1,22 persen dan solar hanya 0,01 persen.

"Tapi kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut akan memberi dampak kenaikan tarif angkutan, khususnya angkutan darat termasuk taksi sekitar 20 persen," tambahnya.

Agus memerinci kontribusi inflasi dari angkutan memang beragam. Untuk Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) kontribusinya 0,00 persen, angkutan antar kota 0,12 persen, angkutan dalam kota 0,68 persen, angkutan laut 0,00 persen, tarif kereta api 0,00 persen taksi 0,02 persen.

Sekadar catatan, pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi untuk premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter dan untuk solar naik Rp 1.000 menjadi Rp 5.500 per liter.
Editor: agung yulianto
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas