A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pemkot Semarang: Daftar SD-SMA Gratis - Tribun Jateng
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Jateng

Pemkot Semarang: Daftar SD-SMA Gratis

Selasa, 28 Mei 2013 10:03 WIB
Pemkot Semarang: Daftar SD-SMA Gratis
Tribun Jateng/Samsul Hadi
MUSALA- Sebanyak 18 siswa SDN Kemijen 03 mengerjakan soal UN di musala sekolah, Senin (6/5/2013).
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jelang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2013/2014, Pemerintah Kota Semarang berencana menggratiskan biaya masuk sekolah semua tingkatan, mulai SD hingga SMA. Hingga kemarin, Dinas Pendidikan Kota Semarang sudah membahasnya dua kali dengan Komisi D DPRD Kota Semarang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengatakan, saat ini rancangan Peraturan Walikota yang membawahi aturan tersebut sedang dalam tahap penyusunan.

"Tahun lalu masih diberlakukan tes tertulis untuk masuk sekolah RSBI. Sebagai imbas pengapusan label RSBI, maka semua sekolah sama. Selain itu, di sekolah-sekolah ada pungutan biaya administrasi saat mendaftar sekolah, sekarang diupayakan tidak ada lagi," kata Bunyamin, Senin (27/5/2013).

Ditemui terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rukiyanto mengatakan, dalam sistem penerimaan siswa tahun ajaran 2013/2014 tidak akan memberikan pungutan kepada siswa.
"Penerimaan SD, SMP, SMA negeri dan swasta itu gratis, tidak ada pungutan apapun dalam penerimaan dari proses pendaftaran sampai pendaftaran ulang. Untuk SMK yang tahun lalu dipungut biaya kesehatan, tahun ini akan digratiskan juga," jelas Ruki

Dia menambahkan SMK yang dulu ada biaya kesehatan yang ditanggung masing-masing siswa, sekarang pihaknya mengusulkan untuk digratiskan dan menggunakan dana bos. "Hal ini dilakukan agar siswa yang masuk sekolah tidak perlu mengeluarkan biaya," lanjut Ruki

Ruki menambahkan tiap-tiap sekolah akan menerima siswa miskin minimal 20 persen dari total daya tampung sekolah. Untuk siswa miskin ini, mereka disyaratkan memiliki nilai rata-rata tujuh.

"Selain itu, dalam seleksi penerimaan peserta didik baru nantinya hanya akan menggunakan NEM murni. Namun seleksi untuk SMK akan tetap menggunakan tes kesehatan, tes potensi, dan juga tes minat, selain nilai NEM," tambahnya.

Ruki menegaskan pihak sekolah tidak dapat memaksakan siswa untuk membeli seragam dari masing-masing sekolah. "Orangtua siswa dapat membeli seragam di mana saja. Namun sekolah juga tidak dilarang untuk menyediakan seragam bagi siswanya," jelasnya.

Menanggapi soal rekomendasi dari anggota Komisi A DPRD Kota Semarang yang mengusulkan penggabungan tingkat SD dan SMP, Bunyamin mengatakan belum ada regulasi yang mengatur hal tersebut. "Kalaupun ada, regulasi seperti itu merupakan dari Kemendikbud, kita lihat saja nanti," tambahnya.

Bunyamin mengatakan, untuk penerimaan siswa SD tahun ini seluruhnya akan menggunakan sistem online. "Pada tahun lalu hanya sekitar 68 SD yang menggunakan sistem online. Tahun ini, akan ada sebanyak 349 SD negeri di Kota Semarang sudah bisa menerima pendaftaran peserta didik baru secara online," tambahnya.(alv)
Penulis: m alfi mahsun
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribun Jateng
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas