• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Jateng

Akulturasi Budaya dalam Semangkuk Wedang Tahu

Minggu, 2 Juni 2013 08:29 WIB
Akulturasi Budaya dalam Semangkuk Wedang Tahu
KOMPAS.COM
Wedang tahu, minuman hangat asli Semarang
JIKA berbicara tentang "wedang", maka identik dengan wedang ronde. Tetapi, kuliner satu ini malah wedang tahu. Ya, mungkin ini kali pertama Anda mendengar wedang tahu.

Wedang tahu adalah salah satu jenis minuman hangat khas Semarang. Namanya memang tak setenar wedang ronde, yang menjualnya pun tidak banyak. Salah satu penjualnya adalah Wedang Tahu Pak Adi.

Warung tersebut berada di Jalan Setiabudi, Semarang. Untuk menuju warung ini, dari arah Semarang bawah arahkan perjalanan ke Ungaran. Letaknya 10 meter sebelah kiri sebelum lampu merah Simpang Tiga gerbang UNDIP. 

Warung tenda itu berada di atas trotoar. Pikulannya sederhana dengan dandang berisi kuah jahe dan satu lagi dandang berisi kembang tahu sebagai ciri khasnya. Menurut penjualnya, Suprapto, kuah jahe terbuat dari rebusan air, jahe, gula jawa, dan gula pasir. 

Sebagai isiannya adalah kembang tahu yang terbuat dari sari kedelai. Wedang tahu pertama kali dijual oleh warga keturunan Tionghoa. 

"Biasanya dijual secara keliling dengan pikulan. Dulu Pak Adi, paman saya, ikut jualan milik orang China di Kampung Bandaran. Lalu pas krismon (krisis moneter) tahun 1997, Pak Adi keluar dan berjualan sendiri. Aslinya resep wedang tahu ini milik orang-orang China di Semarang," kata Suprapto, Sabtu (31/5/2013).

Soal rasa, wedang tahu sepintas seperti wedang ronde. Hanya isiannya yang membedakan, yaitu kembang tahu. Rasanya agak kenyal, tetapi lembut saat meluncur di lidah. 

Manis kuah jahe bercampur gurih kembang tahu, sangat cocok untuk menghangatkan badan. Satu mangkok wedang tahu hanya dihargai Rp 4.000 saja. 

"Satu dandang ini bisa jadi 50 porsi. kalau pembeli banyak, tinggal menambahi kuah jahe yang sudah disiapkan," kata Suprapto. 

Kini, Wedang Tahu Pak Adi sudah memiliki beberapa cabang di Semarang. Awalnya, hanya berjualan di Ruko Mataram, Semarang. Bahkan, kata Suprapto, ia berencana membuka cabang lagi di Ungaran. 

"Sekarang cabang Wedang Tahu Pak Adi sudah ada di Jalann Mataram, Gajahmada, UNDIP, dan Setiabudi. Rencananya mau buka lagi di Ungaran," imbuhnya. 

Jika Anda berencana ke Semarang, jangan luoa masukan acara berburu wedang tahu ke dalam agenda wisata Anda. (*)
Editor: rustam aji
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas