Senin, 24 November 2014
Tribun Jateng

BBPOM Semarang: Kami Tindak Tegas Peredaran Jamu Ilegal

Selasa, 4 Juni 2013 11:50 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan


TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) T Bahdar J Hamid menjelaskan, terkait makin banyak temuan pelanggaran yang dilakukan sejumlah produsen jamu maupun obat di Indonesia, pihaknya akan semakin gencar lakukan tindakan tegas.

"Ada dua kebijakan tegas yang kami terapkan, yakni pemusnahan rantai supply dan demand," kata Bahdar kepada Tribun Jateng, Selasa (4/6/2013).

Bahdar mengatakan, pemusnahan rantai suplai itu yakni memutus kegiatan produksi melalui pemantauan tim satuan tugas (satgas) di tiap kabupaten/kota, dan penindakan apabila terbukti perusahaan jamu tersebut melakukan pelanggaran.

"Sementara pemusnahan rantai demand yakni secara rutin melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan, semakin banyaknya peredaran jamu tradisional yang berbahan kimia obat (BKO) di pasaran, dikarenakan permintaan masyarakat yang semakin tinggi pula.

"Karenanya kami pada 2013 ini galakkan dua kebijakan tersebut meskipun tenaga kurang memadai," jelasnya.

Harapannya, lanjut Bahdar, pada 2014 mendatang, peredaran jamu maupun obat ilegal di tengah-tengah masyarakat semakin berkurang dan mereka semakin mawas diri dalam mengonsumsinya.

"Bagaimanapun, jamu tradisional BKO yang dianggap mampu sembuhkan penyakit secara instan itu tidak baik untuk kesehatan, bahkan apabila keseringan, bisa berpotensi akibatkan kematian," jelasnya. (dse)
Editor: agung yulianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas