Minggu, 23 November 2014
Tribun Jateng

Seorang Siswi SMK Diponegoro Salatiga Sudah Sebulan Tak Pulang

Jumat, 7 Juni 2013 15:19 WIB

Seorang Siswi SMK Diponegoro Salatiga Sudah Sebulan Tak Pulang
Dok Keluarga
Devita Savitri siswi Kelas XI SMK Diponegoro Salatiga (paling kiri)
Laporan wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, KABUPATEN SEMARANG
- Sudah sejak 5 Mei 2013, Abidan Harahap (48), warga Bandungan RT 06/01, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang mencari anak gadisnya, Devita Savitri (18) siswi Kelas XI SMK Diponegoro Salatiga.

Sebelumnya, kata dia,  tidak ada permasalahan dalam keluarganya maupun terhadap Devita. Teman-teman sekolahnya juga mengaku sebelum menghilang, Devita tidak memiliki permasalahan bersama teman-temannya.

Sehingga, diduga Devita dibawa kabur seorang lelaki teman dekatnya. Sebab dicari ke teman-temannya tidak berhasil ditemui, nomor ponselnya juga tidak bisa dihubungi.

"Tapi, memang adiknya dan beberapa tetangga mengetahui Devita sebelum menghilang sempat menemui seorang lelaki yang datang menggunakan mobil jenis sedan berwarna coklat. Adiknya melihat plat nomor mobil itu depannya AD," kata dia kepada Tribun Jateng, Jumat (7/6/2013).

Menurut Abidan, anak kedua dari tiga bersaudara itu sempat menemui lelaki misterius tersebut di ujung gang masuk rumahnya.

"Setelah itu, anak saya tidak ada kabar lagi dan teman-temannya saya hubungi juga tidak ada yang tahu. Saya berharap ada yang bisa memberitahukan keberadaan anak saya," kata dia.

Abidan lantas melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tuntang dilanjutkan ke Unit PPA Polres Semarang.

Abidan berharap, bagi masyarakat yang melihat keberadaan anaknya bisa segera menghubunginya di nomor 085252897001.

Dia mengatakan, pihak sekolah juga ikut membantu mencari Devita yang sudah sebulan membolos sekolah. Abidan ditemani Kaur Kesra Desa Gedangan, Aminudin, kemudian melaporkan masalah tersebut ke Mapolsek Tuntang ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Semarang. 

"Kami sudah mengadukan kasus hilangnya Vita ke polisi. Sampai saat ini belum jelas kenapa Vita pergi apakah dipaksa atau tidak kami belum tahu," tandas Aminudin. (*)
Penulis: raka f pujangga
Editor: rustam aji

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas