Sabtu, 22 November 2014
Tribun Jateng
Home » Jawa

Terkait Awal Puasa, NU Tunggu Rukyatul Hilal

Rabu, 12 Juni 2013 21:50 WIB

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA – Berbeda dengan Muhammadiyah yang sudah memastikan awal 1 Ramadan 1434 H, jatuh pada hari Selasa Wage, tanggal 9 Juli 2013 M, Nahdlatul Ulama (NU) belum memastikannya.

Koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jatim KH Sholeh Hayat mengatakan, dalam menghadapi penentuan awal Ramadan tahun ini, antar ahli hisab di lingkungan NU membahasnya dengan menggunakan rujukan empat kitab dan satu rumus modern.

Nah, berdasar rujukan tersebut, terdapat kesamaan dalam menghitung waktu ijtimak yang merupakan konjungsi secara astronomis antara bulan dan matahari. Yakni, terjadi pada Senin Pon 8 Juli 2013, pada pukul sekitar 14.10 sampai 14.17 WIB. Ini berbeda dengan rujukan kitab Sullamun Nayyiren, bahwa ijtimak terjadi pukul 12.07, dengan irtifak hilal setinggi 02,45 derajat.

Sedangkan berdasar tiga rujukan kitab lainnya, yakni Nurul anwar, Irshodul Jadid, dan Irshodul murid, irtifak ketinggian hilal masih di bawah ufuk antara 0,16 sd 0,31 derajat. Sedangkan dua kitab dan satu rumus modern menyimpulkan 1 Ramadan jatuh Rabu, 10 Juli 2013.

Dalam kondisi seperti itu, pihaknya, kata KH Sholeh perlu menunggu hasil rapat Badan hisab dan rukyat Provinsi Jatim. Selain itu, NU juga menunggu hasil rukyatul hilal pada 8 Juli, serta menunggu hasil sidang isbath Menteri Agama yang juga digelar pada hari yang sama.

“Nah, dari situ apakah keputusannya nanti umur bulan sya'ban diistikmalkan (digenapkan 30 hari) atau mungkin hilal bisa dirukyat,” ujar KH Sholeh yang juga Anggota Badan Hisab Rukyat Provinsi Jatim ini kepada Surya Oline, Rabu (12/6/2013) malam.
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribunnews.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas