• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Jateng

Kompolnas Nilai Polri Lemah dalam Test Kejiwaan Kepemilikan Senjata Api

Sabtu, 15 Juni 2013 17:40 WIB
Kompolnas Nilai Polri Lemah dalam Test Kejiwaan Kepemilikan Senjata Api
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai polisi lemah dalam melakukan seleksi kejiwaan anggota polisi untuk kepemilikan senjata api.


Hal itu menananggapi peristiwa penembakan satpam Nucky Nugroho (25) oleh oknum anggota Sabhara Polrestabes Semarang, Briptu Priyo Yustianto.


Beribincang dengan Tribunnews.com, anggota Kompolnas, M Nasser mengungkapkan sesuai dengan informasi yang diterima langsung dari Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi, Elan Subilan bahwa oknum polisi tersebut sebetulnya sudah selesai menjalankan tugas hingga pukul 22.00 WIB.


Briptu Priyo memang ditugaskan dalam pengamanan PT Tunas Arta Graha yang bergerak dalam usaha jasa pengisian uang ATM.


Sebelum pulang ke rumah, Priyo malah keluyuran dan menenggak alkohol. Setelah asyik minum sampai mabuk, Briptu Priyo kembali ke tempat peristirahatan satpam PT Tunas Arta Graha dan menembak satpam yang sedang tertidur.


"Saat ini pelaku sudah diamankan dan diborgol. Pelaku sedang diproses di Polrestabes Semarang. Jenazah korban sudah diurus, Kapolda Jawa Tengah juga sudah meminta maaf kepada keluarga korban dan juga diberikan santunan," kata Nasser, Sabtu (15/6/2013).


Melihat kejadian tersebut, Kompolnas meminta supaya ada larangan keras terhadap anggota Polri meminum alkohol. "Jadi Anggota Polri tidak boleh minum minuman keras, apalagi sampai mabuk," ucap Nasser.


Selain itu, dalam pengawasan penguasaan senjata api oleh anggota Polri, seharusnya anggota Polri diperbolehkan memegang senjata api bukan karena tugas semata, tetapi lebih karena kualitas kejiwaan.


"Pemberian senjata api bukan hanya karena tugas semata, tetapo harus didampingi pula pertimbangan psikologi atau kejiwaan anggotanya," ungkap Nasser.


Terkait kejadian di Semarang, menurut Nasser Briptu Priyo ditugaskan dalam rangka pengamanan objek vital, sehingga perlu untuk tugas-tugas di luar seperti itu harus dipilih anggota Polri yang memiliki kualitas psikologi atau kejiwaan yang stabil. "Semua yang diberi kewenangan melakukan penguasaan senjata api harus menjalani tes psikologi terlebih dahulu," ujarnya.


Kompolnas pun sudah menganjurkan kepada Polri, bahwa dari awal dimulai dari mulai penerimaan calon Brigadir harus dilakukan tes psiklogi secara betul. Tetapi hingga saat ini pelaksanaan tes psikologi tersebut belum dilakukan secara optimal. Sehingga, menurut Nasser penggunaan senjata api bukan pada tempatnya sangat rawan dilakukan anggota Polri.


"Tes Psikologi penguasaan senjata api oleh anggota Polri belum optimal. Bahkan tes psikologi untuk itu hampir tidak ada," ungkapnya. (*)

Editor: rustam aji
Sumber: Tribunnews.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
80573 articles 92 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas