• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Jateng

Harga Telur Ayam di Kabupaten Semarang Mulai Naik

Senin, 17 Juni 2013 15:14 WIB

Laporan wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN- Belum adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, sejumlah bahan pokok sudah mulai menunjukkan kenaikan harga. Kenaikan harga telur ayam di Pasar Bandarjo Ungaran menunjukkan kenaikan hingga 12,5 persen.

Seorang pedagang sembako di Pasar Bandarjo Ungaran, Yani (33) mengakui, telah terjadi kenaikan harga telur ayam negeri di pasaran. Kenaikannya, terbilang tinggi dari harga semula Rp 16.000 per kilogram menjadi Rp 18.000 per kilogram.

“Kenaikannya belum lama ini, belum juga ada seminggu. Saya juga kurang begitu tahu kenaikannya dipicu persoalan rencana kenaikan pemerintah atau karena mendekati bulan puasa,” kata dia, saat ditemui Tribun Jateng di Pasar Bandarjo Ungaran, Senin (17/6/2013) kemarin.

Selain itu, kata Yani, kenaikan juga terjadi untuk beberapa barang pabrik. Di antaranya yakni susu kaleng yang semula harga belinya Rp 7.200 per kaleng menjadi Rp 7.500 per kaleng, yang mulai diberlakukan pekan depan.

“Tadi saya masih beli harganya Rp 7.200 per kaleng, tapi dari sales-nya sudah memberitahukan harganya naik mulai pekan depan. Itupun harga saya beli dari sales, kalau jualnya tentu lebih tinggi lagi,” kata dia.

Dia mengatakan, kenaikan harga tersebut, membuat kondisi pasar semakin lesu. Padahal, musim kenaikan sekolah atau tahun ajaran baru ini sudah membuat kondisi pasar lesu.

“Sekarang saja pasarnya sudah lesu gara-gara kenaikan sekolah. Di tambah lagi barang-barangnya naik ya pasarnya jadi tambah lesu,” jelasnya.

Yani memperkirakan, rencana kenaikan harga BBM, bakal berimbas terhadap penjualan barang-barang sembako. Harganya yang meningkatkan, diperkirakan bakal membuat penjualannya menurun.

“Suami saya saja tadi sudah pesan, mobil operasional untuk mengangkut barang minta dipenuhi semuanya. Soalnya bakal ada kenaikan harga BBM,” kata dia.

Sementara itu, distributor daging ayam, Agustina (50) mengatakan, sudah ada kenaikan daging ayam dari sebesar Rp 22.000-Rp 23.000 per ekor menjadi Rp 25.000-Rp 27.000 per ekor. Diperkirakan, harga daging ayam akan ikut naik setelah diberlakukannya kenaikan harga BBM bersubsidi di pasaran.

“Pasti nanti ada pengaruh kenaikan harganya. Tapi kenaikan harga daging ayam ini tidak selalu dipicu karena kenaikan BBM, pengaruhnya banyak. Mendekati bulan puasa atau tahun ajaran baru memang ada kenaikan harga,” kata dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas