• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Jateng

Organda Semarang Belum Naikkan Tarif Angkutan Umum

Sabtu, 22 Juni 2013 19:18 WIB

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Semarang menegaskan bahwa tarif angkutan umum di Ibu Kota Jawa Tengah belum mengalami kenaikan tarif meskipun harga bahan bakar minyak sudah naik.
    

"Sabtu sampai Minggu (23/6) tarif angkutan di Kota Semarang masih menerapkan tarif lama agar masyarakat tidak kaget setelah harga BBM (bahan bakar minyak) naik," kata Ketua DPC Organda Kota Semarang Deddy Sudiardi di Semarang, Sabtu (22/6/2013), seperti dikutip Antara.
    

Kenaikan tarif angkutan, lanjut Deddy, baru akan diterapkan setelah ada Surat Keputusan Wali Kota Semarang yang mengatur mengenai penetapan tarif baru angkutan umum.
    

"Begitu SK Wali Kota Semarang mengenai penetapan tarif baru angkutan umum ditetapkan dan dikeluarkan, baru ada kenaikan harga," tegasnya.
    

Deddy mengaku bahwa pihaknya belum dapat menyebutkan persentase kenaikan harga tarif angkutan umum setelah harga BBM naik.
    

"Kami telah mengajukan kenaikan tarif angkutan dengan persentase 16 persen hingga 18 persen sehingga masih menunggu penetapan dari SK Wali Kota Semarang," katanya.
    

Berapa persentase kenaikan tarif baru angkutan umum, lanjut Deddy, menjadi kewenangan dari Wali Kota Semarang.
    

Surat Keputusan Wali Kota Semarang mengenai penetapan tarif baru angkutan umum diperkirakan keluar Senin (24/6).
    

"Begitu SK Wali Kota Semarang keluar, tarif baru akan langsung diterapkan. Kemungkinan Senin pekan depan, tarif angkutan umum di Semarang baru akan naik," jelasnya.
    

Deddy menyebutkan, berdasarkan konsep tarif angkutan umum jika naik 18 persen, tarif angkutan kota yang sebelumnya dengan jarak paling jauh Rp3.500 akan menjadi Rp4.000 (tarif baru).
    

Sementara itu, tarif bus kota atau bus tiga per empat yang sebelumnya tarif paling tinggi Rp3.500 akan menjadi Rp4.000 (tarif baru) dan tarif batas bawah taksi Rp4.500 (tarif lama) akan menjadi Rp5.000 (tarif baru).
    

Tarif batas atas yang sebelumnya Rp5.000 akan menjadi Rp6.000 dan pulsa per 100 meter yang dahulunya Rp250 batas bawah dan Rp275 batas atas, nantinya akan naik menjadi Rp300 (batas bawah) dan Rp400 (batas atas).
    

Penyesuaian tarif juga akan diterapkan pada Bus Damri yang semula Rp3.000 menjadi Rp4.000 (non-AC), sementara yang AC dari tarif lama Rp3.500 akan menjadi Rp4.500.
    

Bus Patas AC jurusan Ungaran yang semula tarifnya Rp5.000 akan menjadi Rp6.000 per orang dan hasil rapat, untuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans-Semarang diharapkan tidak ada kenaikan tarif.
    

"Pengajuan kenaikan tarif angkutan umum tersebut mengacu beragam pertimbangan dari 11 komponen di antaranya karena adanya kenaikan harga BBM, harga onderdil, penyusutan, dan biaya administrasi serta sudah atas pertimbangan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika serta Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang," ungkapnya. (*)

Editor: rustam aji
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas