• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribun Jateng

Kelompok Opisisi Mesir Tak Dukung Kudeta Militer

Selasa, 2 Juli 2013 22:18 WIB
Kelompok Opisisi Mesir Tak Dukung Kudeta Militer
KOMPAS.COM
Para demonstran di Mesir masih bertahan di bundaran Masjid Rabiah.

TRIBUNJATENG.COM, KAIRO - Koalisi oposisi utama Mesir pada Selasa (2/7/2013), mengatakan tidak akan mendukung kudeta militer dan percaya bahwa pernyataan militer, yang memberikan waktu 48 jam untuk menyelesaikan krisis sekarang, tidak berarti tentara akan memegang peran politik.
   

"Kami tidak mendukung kudeta militer," kata Front Keselamatan Nasional (NSF) dalam pernyataan, seperti dikutip Antara.
   

"NSF telah berjanji, sejak dibentuk 22 November 2012 untuk membangun negara sipil, modern dan demokratis yang mengizinkan partisipasi seluruh aliran politik termasuk Islam politik. Kami percaya pernyataan militer itu, yang tercermin dalam pernyataan mereka (Senin) bahwa mereka tidak ingin melibatkan diri dalam politik, atau memainkan satu peran politik," katanya.
   

Kelompok itu menegaskan bahwa tuntutan kepada Presiden Mohamed Moursi untuk mundur tidak melanggar prinsip demokrasi tetapi adalah satu usaha untuk membawa pemberontakan tahun 2012 yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak kembali pada jalurnya.
   

"Mendesak Moursi mundur tidak bertentangan dengan prosedur demokrasi. Tidak ada tuntutan-tuntutan revolusi itu dipenuhi, Moursi dan (Ikhwanul Muslimin) membawa negara itu ke arah lain yang terutama tercermin pada keinginan mereka untuk menguasai negara, dan tidak membangun demokrasi (kebebasan), atau berhasil memperbaiki standar hidup rakyat Mesir dan memberikan kebutuhan-kebutuhan pokok mereka," kata NSF.

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Mesir, Kolonel Ahmed Ali, membantah adanya kudeta militer terkait dengan ultimatum militer untuk solusi krisis di negara itu.
  

"Sikap pimpinan Angkatan Bersenjata menyangkut krisis itu bukan kudeta terhadap pemerintah tapi sesungguhnya demi kemaslahatan rakyat Mesir dan keinginan reformasi," kata Kol Ali menanggapi pro-kontra soal ultimatum.
   

Militer pada Senin memberi waktu 48 jam kepada semua kekuatan politik untuk segera menyelesaikan krisis, bila tidak maka militer akan membuat peta jalan bagi solusi krisis saat ini.
   

Menurut Kol Ali, militer mendorong semua kekuatan politik mencakup semua pihak termasuk para pemuda untuk segera menyelamatkan Mesir dari kehancuran.
   

Ia menegaskan, militer tidak akan menjadi bagian dari pertikaian politik atau kekuasaan, tapi juga tidak membiarkan negara ini terus-menerus terpuruk dalam krisis.
   

Pihak oposisi menyambut baik sikap militer namun mengesampingkan kudeta militer. Sementara kubu Ikhwanul Muslimin pendukung Moursi secara tegas menolak ultimatum militer tersebut.
   

Sementara itu, kantor berita Mesir, MENA, melaporkan bahwa Presiden Moursi sedang melakukan kontak dengan beberapa kalangan tokoh oposisi untuk pembentukan pemerintah.
   

Namun Presiden Moursi menghadapi tekanan keras untuk mengundurkan diri menyusul pengunduran diri enam menterinya termasuk menteri luar negeri.
   

Juru Bicara Presiden Bidang Pertahanan Jenderal Sami Annan dan Juru Bicara Kabinet Alaa Al Hadidi juga mengajukan pengunduran dirinya.
   

Pengunduran diri juga dilakukan sejumlah anggota Majelis Syura (MPR) dari kaum liberal.
   

Tokoh oposisi, Aiman Nour, yang sebelumnya bersikap moderat kini menyuarakan desakan pengunduran diri Moursi.
   

Perdana Menteri Hisham Qandil pada Selasa melakukan sidang kabinet untuk membahas tentang situasi terkini, tanpa kehadiran Menteri Pertahanan Abdel Fatah Al Sisi dan Menteri Dalam Negeri Mohamed Ibrahim.
   

Di sisi lain, oposisi terus bertahan di Bundaran Tahrir dan mulai mengepung Istana Al Ettihadiyah dan Istana El Qobba di Kairo untuk desakan pengunduran diri Moursi.
   

Sebaliknya pendukung Moursi juga masih berkonsentrasi di Bundaran Masjid Rabiah Adawiyah, Kairo Timur.  (*)

Editor: rustam aji
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas