Selasa, 27 Januari 2015

Kelompok Opisisi Mesir Tak Dukung Kudeta Militer

Selasa, 2 Juli 2013 22:18 WIB

Kelompok Opisisi Mesir Tak Dukung Kudeta Militer
KOMPAS.COM
Para demonstran di Mesir masih bertahan di bundaran Masjid Rabiah.

TRIBUNJATENG.COM, KAIRO - Koalisi oposisi utama Mesir pada Selasa (2/7/2013), mengatakan tidak akan mendukung kudeta militer dan percaya bahwa pernyataan militer, yang memberikan waktu 48 jam untuk menyelesaikan krisis sekarang, tidak berarti tentara akan memegang peran politik.
   

"Kami tidak mendukung kudeta militer," kata Front Keselamatan Nasional (NSF) dalam pernyataan, seperti dikutip Antara.
   

"NSF telah berjanji, sejak dibentuk 22 November 2012 untuk membangun negara sipil, modern dan demokratis yang mengizinkan partisipasi seluruh aliran politik termasuk Islam politik. Kami percaya pernyataan militer itu, yang tercermin dalam pernyataan mereka (Senin) bahwa mereka tidak ingin melibatkan diri dalam politik, atau memainkan satu peran politik," katanya.
   

Kelompok itu menegaskan bahwa tuntutan kepada Presiden Mohamed Moursi untuk mundur tidak melanggar prinsip demokrasi tetapi adalah satu usaha untuk membawa pemberontakan tahun 2012 yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak kembali pada jalurnya.
   

"Mendesak Moursi mundur tidak bertentangan dengan prosedur demokrasi. Tidak ada tuntutan-tuntutan revolusi itu dipenuhi, Moursi dan (Ikhwanul Muslimin) membawa negara itu ke arah lain yang terutama tercermin pada keinginan mereka untuk menguasai negara, dan tidak membangun demokrasi (kebebasan), atau berhasil memperbaiki standar hidup rakyat Mesir dan memberikan kebutuhan-kebutuhan pokok mereka," kata NSF.

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Mesir, Kolonel Ahmed Ali, membantah adanya kudeta militer terkait dengan ultimatum militer untuk solusi krisis di negara itu.
  

"Sikap pimpinan Angkatan Bersenjata menyangkut krisis itu bukan kudeta terhadap pemerintah tapi sesungguhnya demi kemaslahatan rakyat Mesir dan keinginan reformasi," kata Kol Ali menanggapi pro-kontra soal ultimatum.
   

Halaman123
Editor: rustam aji
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas