Senin, 27 April 2015

LP2K Semarang: Upal dari ATM Sulit Dapat Ganti

Kamis, 11 Juli 2013 08:36

LP2K Semarang: Upal dari ATM Sulit Dapat Ganti
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang memprediksi ada ratusan nasabah pernah mendapatkan uang palsu (upal) dari mesim anjungan tunai mandiri (ATM). Namun para nasabah itu rata-rata malas melapor ke bank agar mendapatkan uang pengganti.

Menurut Ketua LP2K Semarang Ngargono, pihaknya setiap menerima laporan dari nasabah yang mendapatkan upal tidak pernah mendapatkan tanggapan memuaskan dari perbankan.

"Nasabah diwajibkan menyertakan bukti upal tersebut jika diperoleh dari dalam ATM," kata Ngargono kepada Tribun Jateng, Rabu (10/7/2013).

Padahal, lanjutnya, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, mereka yang merasa dirugikan, tidak terkecuali yang memperoleh upal dari ATM harus diganti penuh.

"Namun, yang menjadi celah pihak perbankan untuk menolak memberikan ganti atau tidak mau tahu yakni saat nasabah minta ganti harus menyertakan bukti jelas secara fisik. Selama ini mereka terpaksa mundur karena tidak dapat melampirkannya," katanya.

Menurut Ngargono, pengaduan nasabah bisa diproses asal melengkapi bukti-bukti seperti jam berapa pengambilan dan lokasi ATM. Dari sana pihak bank mencocokan melalui CCTV. Nomor seri uangnya juga dilihat. Nasabah pun enggan mengurusi atau mengadukannya dan menganggap apes jika memperoleh upal tersebut dari ATM.

Halaman123
Penulis: deni setiawan
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas