Pilgub Jatim

Khofifah Tak Lolos, Muhaimin: Saya Khawatir Massa Bergejolak

Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar, berharap KPU meloloskan pasangan Khofifah Indar Parawansah-Herman Sumawiredja sebagai kontestan Pilgub Jatim.

Khofifah Tak Lolos, Muhaimin: Saya Khawatir Massa Bergejolak
KOMPAS.COM
Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP PKB

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, berharap  KPU meloloskan pasangan Khofifah Indar Parawansah-Herman Sumawiredja sebagai kontestan Pilgub Jawa Timur Agustus nanti.

Ia khawatir jika tidak pasangan yang diusung oleh partainya ini tidak lolos, bisa terjadi gejolak pada massa akar rumput pendukung pasangan tersebut.

''Massa PKB dan jajaran pengurusnya serta massa Muslimat NU di daerah selama ini solid dan cukup kompak, saya khawatir jika nanti ada gejolak jika Khofifah-Herman tidak lolos,'' ucap Muhaimin,  Minggu (14/7/2013).

Menurut Muhaimin yang saat ini menjabat Menakertrans ini, syarat dukungan partai bagi Khofifah-Herman sudah cukup menurut aturan. ''Dualisme dukungan partai gurem hanyalah isu yang dihembuskan pasangan lain yang ingin menjatuhkan Khofifah-Herman sebelum bertarung,'' tambahnya.

Karena itu dia menyerukan agar masyarakat ikut pula memantau setiap proses pra pilkada, saat pencoblosan, hingga penghitungan suara nanti. Pasalnya, proses awal dinilainya terindikasi sarat unsur politis dan berisiko merugikan kepentingan serta hak pilih masyarakat Jatim.

''Semua pihak yang berkepntingan dalam Pilgub juga diharapkan mengedepankan politik santun dan menjunjung kompetisi yang sehat,'' tambahnya.

Hari ini, adalah hari terakhir, pleno KPU Jatim dalam penetapan pasangan cagub-cawagub. Dualisme dukungan dua partai gurem PK dan PPNUI sangat menentukan nasib pasangan Khofifah-Herman.

Jika KPU memutuskan dukungan dua partai itu ke Khofifah-Herman tidak memenuhi syarat, otomatis pasangan ini tidak lolos dalam pencalonan, karena minimnya dukungan partai yang dikantongi.

Saat mendaftar, pasangan ini mengantongi modal dukungan 15,55 persen suara. Dukungan tersebut datang dari PKB, PKPB, PKPI, PK, PPNUI, dan PMB. Jika tanpa dukungan PK dan PPNUI, otomatis dukungan berkurang tidak sampai syarat minimal yakni 15 persen. (*)

Editor: rustam aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved