Selasa, 31 Maret 2015

Penghapusan Mulok Bahasa Inggris, Ika Pertanyakan Nasib Guru Honorer

Minggu, 14 Juli 2013 09:08

Penghapusan Mulok Bahasa Inggris, Ika Pertanyakan Nasib Guru Honorer
Tribun Jateng/Samsul Hadi
Para guru mendengarkan materi yang disampaikan narasumber dalam workshop pembelajaran Bahasa Inggris di Laboratorium Bahasa Inggris IKIP PGRI Semarang, Sabtu (13/7/2013).

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Samsul Hadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Guru bahasa Inggris SD Barusari 2, Semarang Selatan, Ika Puspitarini, mengaku khawatir atas penghapusan muatan lokal (mulok) mata pelajaran itu di sekolah dasar sesuai kurikulum 2013. Menurutnya, nasib guru bahasa Inggris SD masih belum jelas.

"Guru bahasa Inggris SD itu kebanyakan berstatus honorer. Jika mulok Bahasa Inggris dihapus, terus nasib kami bagaimana? Sampai sekarang, kami belum mendapat penjelasan dari pemerintah," kata Ika di sela-sela pelatihan guru bahasa Inggris SD di IKIP PGRI Semarang, Sabtu (13/7/2013).

Ia berharap pemerintah tetap mempertahankan mulok bahasa Inggris di sekolah dasar. Dengan demikian, para guru seperti dia tetap mempunyai pekerjaan.

"Kami berharap tetap ada mulok bahasa Inggris di tingkat SD. Jika dihapus, berarti banyak guru honorer yang akan kehilangan pekerjaan," imbuhnya.

Ketua tim peneliti IKIP PGRI, Drs Wiyaka MPd, menyatakan akan berusaha memperjuangkan nasib guru honorer tersebut. Ia meminta pemerintah tetap memepertahankan muatan lokal Bahasa Inggris di sekolah dasar.

"Kami juga membahas nasib guru SD ke depan setelah kurikulum 2013 diterapkan dalam workshop ini. Ada sejumlah masukan dan saran, kami tampung dulu aspirasi tersebut untuk disampaikan kepada yang berwenang," kata Wiyaka.

Halaman12
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas