Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jateng
Home » Sport

Porprov Jateng Telan Dana Rp 12,2 Miliar

Kamis, 1 Agustus 2013 22:52 WIB

Porprov Jateng Telan Dana Rp 12,2 Miliar
Logo KONI

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pekan Olahraga Provinsi (POrprov) Jawa Tengah yang akan digelar di Kabupaten Banyumas, 8-12 Oktober 2013 menelan biaya Rp12,2 miliar, kata Wakil Ketua Umum III KONI Jawa Tengah, Harry Nuryanto, di Semarang.

Harry Nuryanto pada wartawan di Semarang, mengatakan dari jumlah tersebut berasal dari APBD mendapat kucuran dana Rp10,6 miliar untuk kepentingan Porprov Jateng.

Tetapi, kata dia, mengingat dana untuk Porprov Jateng membengkak maka KONI Jateng mengajukan anggaran lagi melalui perubahan APBD sekitar Rp1,5 miliar. "Kami berharap eksekutif maupun legislatif bisa mengegolkan tambahan dana tersebut mengingat Porprov sangat penting untuk menjaring atlet-atlet andal Jawa Tengah," kata wakil ketua umum bidang perencanaan anggaran itu, seperti dikutip Antara, Kamis (1/8/2013).

Ia menyebutkan, alokasi anggaran terbesar pada Porprov Jateng mendatang adalah untuk akomodasi dan konsumsi mencapai Rp6 miliar yang akan diikuti sekitar 8.000 orang kemudian untuk membiayai penyelenggaraan termasuk bantuan untuk tiga cabang olahraga eksibishi, pembelian 900 set medali, seragam peserta, asuransi peserta.

"Kami juga mencadangkan dana Rp300 juta untuk menyewa venue-venue di Kabupaten Banyumas yang dikelola swasta," katanya.

Kemudian pengajuan dana tambahan Rp1,5 miliar tersebut, kata dia, karena di pos-pos tertentu masih kurang, salah satunya adalah biaya untuk cabang olahraga. Untuk biaya penyelenggaraan masing-masing cabang memang diklasifikasikan dalam tiga jenis yaitu kategori A (15 cabang), B (20 cabang), dan C (6 cabang).

Ia menjelaskan, misalnya cabang olahraga yang masuk kategori A pada awalnya dianggarkan Rp30 juta menjadi Rp69 juta karena tidak cukup kalau memakai harga lama mengingat semua biaya naik. "Kami memang mengklasifikasikan cabang karena kebutuhannya berbeda. Tidak mungkin kan biaya untuk sepak bola sama dengan biaya untuk catur," katanya.

Soal kewenangan Banyumas dalam menanggung biaya Porprov Jateng, dia mengatakan, kewenangan tuan rumah ada pada pembiayaan perbaikan dan pembangunan venue di semua cabang, sewa venue yang dikelola pemerintah dan mendanai upacara dan penutupan. "Kalau ada wacana pengambilan obor dari Mrapen, itu menjadi tangungan Banyumas," katanya.

Pada anggaran perubahan APBD 2013, lanjut dia, KONI Jateng akan mengajukan dana pembinaan olahraga sebesar Rp7,1 miliar, selain tambahan Porprov Jateng Rp1,5 miliar juga untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Paralympic (Peparprov) di Solo Rp2,6 miliar, uang saku atlet SEA Games dan ASEAN Paragames, Islamic Solidarity Games (Rp1 miliar).

Kemudian uang insentif bagi 100 atlet prioritas selama tiga bulan (Rp1 miliar), dan bantuan penyelenggaraan kegiatan kejurda dan mengirimkan atletnya mengikuti event kejurnas (rp1 miliar). "Kami juga mengajukan dana untuk perbaikan pesawat terbang layang. Sekali lagi, melihat tingkat persaingan prestasi olahraga di tingkat nasional yang ketat dan KONI juga memiliki beban menaikkan prestasi di PON 2016 Jabar, kita memerlukan dana yang memadai. Harapan kami, pengajuan KONI ini bisa disetujui legislatif," katanya. (*)

Editor: rustam aji

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas