Smart Women

Wakil Bupati Pekalongan, Membuka Pintu untuk Semua

Jika agama kuat, di manapun kita dilepas pasti kita bisa menjaga diri

Wakil Bupati Pekalongan, Membuka Pintu untuk Semua
Tribun Jateng/Yusup Bayu Permadi
Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yusup Bayu Permadi

PUBLIK mengenal sosoknya sebagai penyanyi sekaligus putri musisi dangdut kondang, A Rafiq. Namun, dua tahun terakhir, Fadia Arafiq membuktikan kemampuan berpolitik dan kepemimpinannya lewat tugas yang diemban sebagai Wakil Bupati Pekalongan.

Dilantik Juni 2011, Fadia mendampingi Amat Antono memimpin Kabupaten Pekalongan. Mereka bertekad mewujudkan masyarakat Pekalongan yang sejahtera dan berbasis kearifan lokal. Menurut istri penyanyi dangdut Ashraff Abu ini, cita-cita itu bukan lah hal mustahil untuk diwujudkan. Bahkan untuk pemimpin perempuan seperti dirinya.

"Kalau kita ingin mendapatkan sesuatu, dengan usaha dan doa pasti bisa," katanya berdiplomasi.

Sebenarnya, dunia politik bukan lah hal baru bagi Fadia. Perempuan 35 tahun ini mengaku terjun ke dunia politik sejak 2005. Dia mulai bergabung ke organisasi sayap milik Partai Golkar, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Bahkan wanita kelahiran Jakarta, 23 Mei 1978 itu ditunjuk sebagai bendahara organisasi tersebut. Hingga akhirnya, menjadi pengurus DPD Partai Golkar DKI Jakarta.

Namun saat maju dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Kabupaten Pekalongan, Fadia berpasangan dengan Amat Antono yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKNU dan Gerindra. Meski berseberangan partai, wanita berjilbab ini menyatakan, keputusannya ini semata-mata agar bisa bermanfaat bagi orang lain.

"Ikut di kancah politik dan punya kekuatan (jabatan) dapat kita manfaatkan untuk kesejahteraan orang banyak. Tentunya, lewat jalan yang benar. Itu yang menjadi dasar utama saya terjun ke dunia politik" terang wanita berhijab ini.

Pekalongan bukanlah daerah baru bagi Fadia. Sebelum menjadi Wakil Bupati, Fadia kerap wira wiri ke kota batik ini untuk kepentingan bisnis garmennya yang merambah pasar internasional. "Setahun saya bisa lima kali bolak balik ke Pekalongan. Jadi bukan kota asing lagi bagi saya," jelasnya.

Setelah menjadi orang nomor dua di Kabupaten Pekalongan, segudang kegiatan pun dijalani. Dan dia mengakui, tidak mudah menjalaninya. Kendati demikian, dia berusaha keras mengembangkan Pekalongan agar unggul. Khususnya di bidang pendidikan, infrasturktur, dan juga sumber daya manusia (SDM).

Halaman
12
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved