• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribun Jateng

Harga Laptop di Semarang Naik Rp 200 Ribu

Jumat, 23 Agustus 2013 07:36 WIB
Harga Laptop di Semarang Naik Rp 200 Ribu
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nurus Saadah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semakin melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengakibatkan naiknya harga laptop impor. Kenaikan harga berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Karyawan toko GS komputer di Semarang Computer Center Plasa Simpanglima, Anton, mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi sejak Rabu (21/8/2013) lalu. Rata-rata, kenaikan harga mencapai Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.

Anton mencontohkan, harga laptop Asus X45U mengalami kenaikan Rp 175 ribu. Sebelumnya, laptop merek tersebut berharga Rp 3,5 juta. Karena ada kenaikan, harga Asus X45U menjadi Rp 3, 675 juta.

"Harga tersebut menyesuaikan kurs satu dolar AS yang pada Kamis (22/8/2013) ada di kisaran Rp 11.000," katanya kepada Tribun Jateng, Kamis (22/8/2013).

Bahkan, Anton menambahkan, ada penjual yang menaikkan harga dengan menghitung kurs Rp 12.000 per dolar AS. Namun, baginya, menaikkan harga dengan angka sebesar itu terlalu tinggi.

Akibat yang kemungkinan timbul, penjualan justru menurun. "Lebih baik harga naik turun daripada terlalu tinggi," ucapnya.
Anton mengaku mengalami kerugian dengan keadaan rupiah yang terus anjlok. Sebab, sebelumnya, Anton mengambil barang menggunakan kurs rupiah lama dan menjualnya dengan banderol lama pula.

Namun, begitu jatuh tempo pembayaran, pihaknya harus melunasi barang menggunakan kurs dolar AS terbaru. Tentunya, uang yang dibayarkannya menjadi lebih besar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Jawa Tengah, Edy Joko Kiswanto, mengatakan, harga komputer di tingkat ritel memang mulai naik. Para pengusaha menaikkan harga dengan menghitung kurs satu dolar AS setara Rp 11.500 - Rp 12.000.

"Biasanya, pengusaha mencari aman dengan menaikkan di angka yang lebih tinggi, yakni Rp 12.000. Dan, kebiasaan itu memang benar terjadi saat ini," bebernya.

Edy menambahkan, harga dari prinsipal baru naik pada Jumat (23/8/2013) hari ini. "Saya sudah ditelepon dari prinsipal. Besok, harga komputer mengikuti harga kurs dolar AS terbaru," paparnya.

Menurutnya, nilai dolar yang semakin naik akan mengakibatkan pertumbuhan bisnis yang tidak sehat. Pembelian akan menurun karena masyarakat memutuskan tidak membeli laptop dalam waktu dekat. Mereka akan menunda pembelian sampai waktu yang belum ditentukan.

"Kalau dolar AS menembus Rp 11.000 - Rp 12.000, butuh waktu enam bulan untuk menyetabilkan harga. Dalam diri masyarakat, jelas tidak akan menerima," katanya.

Edy pun akan mengatur strategi supaya tidak banyak pengusaha yang gulung tikar. Berkaca pada kejadian 1998, banyak toko yang tutup karena harga barang-barang, termasuk komputer, yang terlalu tinggi.

Ia menceritakan, saat ini banyak pengusaha yang merugi. Edy mengambil laptop Toshiba ketika kurs satu dolar AS setara Rp 10.900. Namun, dua hari berikutnya, kurs satu dolar AS naik Rp 11.400.

Mau tak mau, Edy tetap menjual laptop tersebut kepada konsumen dengan kurs satu dolar AS setara Rp 10.400. Namun, kemudian, ia harus melunasi dengan kurs satu dolar AS setara Rp 11.400 karena pembayaran dilakukan setelah jatuh tempo.

Ia menegaskan, jika selisih perubahan kurs dolar AS terhadap rupiah masih di angka Rp 300- Rp 400, kondisi masih aman. Namun, perkiraan kenaikan kurs dolar AS terhadap rupiah bisa di atas Rp 1.000.

"Kalau kenaikannya di atas 1.000, kondisi sudah tidak aman," tukasnya. 

Penulis: nurus saadah
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribun Jateng
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
139524 articles 92 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas