• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribun Jateng

Dinas Peternakan Larang Pemotongan Sapi Betina

Kamis, 26 September 2013 08:46 WIB
Dinas Peternakan Larang Pemotongan Sapi Betina
ilustrasi Sapi

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nurus Saadah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah ternak di Jawa Tengah (Jateng) dipastikan mencukupi kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha nanti. Bahkan, kemungkinan akan terjadi kelebihan. "Semisal ada kelebihan baru, ternak akan dikirim ke luar Jateng," ujar Kepala Dinas Peternakan Jateng, Whitono, Rabu (25/9/2013).

Di Jateng, ketersediaan sapi saat ini ada sebanyak 85.500 ekor. Kebutuhan sapi untuk hewan kurban pada Idul Adha mendatang di kisaran 50.000 ekor. Lalu, untuk ketersediaan kambing dan domba di Jateng, tercatat 282 ribu ekor. Kebutuhan untuk hewan korban sebanyak 214 ribu ekor.

Dengan demikian, secara total, stok hewan kurban di Jateng pada tahun ini mengalami surplus 103 ribu ekor, terdiri atas 35.000 sapi serta 68.000 kambing dan domba.

Berdasarkan hasil sensus pertanian 2013 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), populasi sapi dan kerbau di Jateng pada 1 Mei 2013 sebanyak 1,65 juta ekor.

Selama periode 1 Juni 2011 hingga 1 Mei 2013, populasi sapi dan kerbau di Jateng mengalami penurunan 512,9 ekor atau 23,71 persen.

Penurunan tersebut terjadi di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Penurunan tertinggi terjadi di Kabupaten Blora. Secara lebih rinci, dari sebelumnya 271,2 ribu sapi dan kerbau, turun menjadi 198,9 ribu.

Withono berkomentar, dilihat dari parameter teknis penurunan, seharusnya jumlahnya tidak sampai sebesar itu. Sebab, selama ini, tidak ada lonjakan pemotongan dan tidak ada wabah penyakit. "Tidak tahu, kenapa ada pengurangan sebanyak itu," bebernya.

Withono menambahkan, pada 2011 memang terjadi perbedaan pendataan antara Dinas Peternakan dan BPS. Data dari Dinas Peternakan menyebutkan, populasi sapi sebanyak 1,5 juta pada tahun 2011. Sementara data dari BPS, populasi sapi pada tahun yang sama ada 1,9 juta ekor..

Namun demikian, Whitono mengakui bahwa ada kemungkinan berkurangnya sapi berkurang disebabkan para peternak rumah tangga menjualnya ke luar.

Pihaknya mengaku tidak bisa melarang mengingat hal tersebut merupakan hak pemilik. Berdasarkan data, sebanyak 98 persen ternak dimiliki oleh peternak rumah tangga.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Semarang, Agus Purwoko Djati, menambahkan, populasi sapi di Semarang mengalami penurunan 21 persen. Agus mengaku pernah mengetahui mengenai kasus pemotongan sapi betina. Namun, pihaknya menghentikannya dan melakukan pemantauan ketat di rumah pemotongan hewan.

"Kami menghentikannya karena secara logika, sapi betina ibarat pabrik. Kalau terus disembelih, sapi betina bisa habis," tegasnya. 

Penulis: nurus saadah
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribun Jateng
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas