Sabtu, 4 Juli 2015

Ketika Batik Karya Anak Berkebutuhan Khusus Semarang Menginspirasi Dunia

Rabu, 23 Oktober 2013 19:04

Ketika Batik Karya Anak Berkebutuhan Khusus Semarang Menginspirasi Dunia
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Siswa SLB N Semarang sedang menyelesaikan pekerjaannya membuat Batik Cipratan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Handaka

SIANG tadi suasana SLB N Semarang yang beralamatkan di Jalan Elang Raya 2, Mangunharjo, Tembalang, Kota Semarang terlihat ramai. Sekitar 35 siswa terlihat sibuk sedang belajar membatik dan sekitar 10 siswa lainnya sedang menyelesaikan pesanan membuat batik cipratan pesanan dari bupati Kudus.

Batik corak cipratan yang mereka buat sengaja diberi nama lokal tentang suatu daerah di Semarang, seperti batik cipratan Lawang Sewu, Kota Lama, Pecinan dan Sigar Bencah.

Alasan pemberian nama pada motif tersebut supaya masyarakat Semarang sendiri bisa lebih mencintai batik buatan Semarang, dan orang luar yang membelinya juga tahu nama wilayah di ibukota Jawa Tengah tersebut. Ukuran kain batik yang dibuat yaitu 1,15 meter x 2,25 meter dengan bahan katun primisima.

"Belajar membatik apalagi mengajari anak berkebutuhan khusus harus sabar dan pembelajarannya harus diulang–ulang supaya mereka para siswa paham dan setidaknya menguasai cara membatik," ujar Ruwi Suharyono seorang guru ketrampilan membatik kepada Tribun Jateng, Rabu (23/10/2013).

Hal yang paling sulit dalam mengajar batik adalah faktor komunikasi dengan para siswa yang notabe adalah siswa berkebutuhan khusus. Kita para guru harus bersabar dan selalu memberikan mereka motivasi yang lebih kepada para siswa.

Seorang siswa berkebutuhan khusus Diah Rahmawati (26) asal Kudus mengatakan, belajar membatik adalah sesuatu yang menyenangkan.

Halaman12
Penulis: Hermawan Handaka
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas